Selasa, 18 Agustus 2009

Keistimewaan Hari Jum'at

Hari Jum'at adalah hari dimana disunnahkan menangguhkan tidur pagi (qailulah) dan makan siang pada setiap hari Jum'at. Mengenai hal ini, Bukhari dan Muslim mengemukakan hadits dari Sa'ad bin Salih yang mengatakan : "Kami tidak tidur pagi dan tidak makan siang kecuali sesudah Sholat Jum'at"

Ahmad bin Hanbal dan Al-Hakim mengemukakan sebuah hadits diperoleh dari Aus bin Aus Ath-Thaqafi ra. yang menyebutkan bahwa dia mendengar sendiri Rasulullah SAW bersabda :

"Barangsiapa yang membersihkan badan dan mandi pada hari Jum'at, setelah itu dia siap segera berangkat menghadiri sholat Jum'at, berjalan kaki, tidak berkendaraan, lalu mendekati Imam (duduk di shaf terdepan) dan tidak membuat sia-sia serta mendengarkan khutbah baik-baik, maka setiap langkah (yang ditempuh dalam perjalanan ke Masjid) dia memperoleh ganjaran pahala satu tahun puasa dan sembahyang-sholat Jum'atnya"

Hari Jum'at adalah hari dimana Rasulullah saw, melarang bercukur rambut sebelum shalat Jum'at. Hal ini itu dinyatakan mengikut satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, diperoleh dari Amr bin Syu'aib yang menerima dari ayahnya sendiri (Syu'aib). Dikatakan oleh Syu'aib bahwa dia menyaksikan sendiri Rasulullah saw melarang bercukur rambut pada hari Jum'at sebelum Sholat Jum'at.

Hari Jum'at adalah hari dimana terlepas dari siksa kubur. Abu Ya'la mengemukakan sebuah hadits diperoleh dari Anas ra yang menyebut bahwa Rasulullah saw bersabda :

"Barangsiapa yang meninggal dunia pada hari Jum'at, dia terhindar dari siksa kubur."

Hari Jum'at adalah hari dimana sedekah berlipat ganda. Ibnu Abi Syaibah di dalam "Al-Mushannaf" mengetengahkan sebuah hadits yang diperoleh dari Ka'ab yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda :

"Pahala sedekah berlipat ganda pada hari Jum'at"

Hari Jum'at adalah hari dimana pahala kebajikan dan dosa kejahatan berlipat ganda. Ibnu Syaibah mengemukakan hadits yang diperoleh dari Ka'ab yang menyebutkan bahwa hasanah dan sayyiah yang diperbuat pada hari Jum'at pahala dan dosa masing-masing berlipat ganda. Hadits yang lebih kurang serupa diriwayatkan juga oleh Tabrani. Oleh Humaid bin Zanjawiyyah, dari Abu-Haitham dan Abu Sa'id di dalam Fa-dha-'ilul-A'mal", diriwayatkan juga oleh Al-Musayyab bin Rafi.

Hari Jum'at adalah hari dimana tidak dimakruhkan sembahyang tengah hari, yakni sembahyang ketika matahari tepat di atas kita. Mengenai hal itu, Abu Dawud mengemukakan sebuah hadits dari Qatadah, diperoleh dari Rasulullah SAW, bahwa baginda memakruhkan sembahyang tengah hari kecuali pada hari-hari Jum'at, setelah itu menyatakan :
"Neraka Jahanam terus-menarus menyala-nyala kecuali pada hari Jum'at"

Hari Jum'at adalah hari dimana seseorang dilarang melakukan musafir jauh sebelum melakukan Sholat Jum'at. Hal itu dinyatakan mengikuti satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, diperoleh dari Hassan bin Atiyyah yang menyebut bahwa orang yang pada hari Jum'at berangkat musafir jauh (sebelum menunaikan sholat Jum'at) dia didoakan keburukan (oleh Malaikat), tidak ditemani dan dibantu.

Hari Jum'at adalah hari penghapusan dosa. Ibnu Majah mengemukakan sebuah hadits diperoleh dari Abu Hurairah ra, yang menyebut bahwa Rasulullah SAW bersabda :

"Dari hari Jum'at hingga Jum'at berikutnya adalah masa penghapusan dosa (bagi orang yang menunaikan sholat Jum'at), manakala dia tidak berbuat dosa besar (kaba'ir)."

Mengikuti satu hadits lainnya lagi, yaitu yang diriwayatkan oleh Al-Hakim, diperoleh dari Sulaiman menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bertanya kepadanya : "Tahukah engkau apakah hari Jum'at itu ?" Dia menjawab, "Allah SWT dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. " Baginda setelah itu menjelaskan, "Hari itu adalah hari dimana Allah SWT mengumpulkan kedua orang tua kamu. Seorang hamba yang berwudlu dengan baik lalu datang ke Masjid untuk menunaikan Sholat Jum'at, Allah SWT menghapuskan dosa-dosanya (yang diperbuat) dari Jum'at yang satu sampai Jum'at lainnya."

Hari Jum'at adalah hari dimana Rasullulah SAW menganjurkan umatnya supaya banyak-banyak bershalawat kepada Baginda :

"Hendaklah kamu banyak-banyak bersholawat kepadaku pada hari Jum'at karena hari itu adalah hari yang disaksikan (Masyud) oleh Malaikat."

Hari Jum'at adalah hari dimana istigfar sebelum sembahyang Subuh pasti akan terkabul. Tabrani dalam "Al-Ausat" mengemukakan sebuah hadits yang diperoleh dari Anas ra, yang menyebut bahwa Rasulullah SAW bersabda :

"Barangsiapa beristigfar (mohon ampun) tiga kali sebelum sembahyang Subuh pada hari Jum'at dengan mengucapkan : "Astagfirullah Allazi lailaha illa huwalhayyul-qayyum wa atubu ilaihi" maka dosa-dosanya diampuni Allah SWT meskipun dosanya sebanyak buih di Lautan."

Ahmad bin Hanbal dan Al-Hakim mengemukakan sebuah hadits diperoleh dari Aus bin Ath-Thaqafi ra, yang menyebutkan bahwa dia mendengarkan sendiri Rasulullah SAW bersabda :

"Barangsiapa yang membersihkan badan dan mandi pada hari Jum'at, setelah itu dia siap segera berangkat menghadiri Sholat Jum'at, berjalan kaki, tidak berkendaraan, lalu mendekati Imam (duduk di shaf terdepan) dan tidak berbuat sia-sia serta mendengarkan khutbah baik-baik, maka setiap langkah (Yang ditempuh dalam perjalanan ke Masjid) dia memperoleh ganjaran pahala satu tahun puasa dan sembahyang - Sholat Jum'atnya."

Hari Jum'at adalah hari penciptaan Adam as. Muslim mengemukakan sebuah hadits yang diperoleh dari Abu Hurairah ra, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
"Hari terbaik dimana Matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukan ke dalam Syurga dan pada hari itu pula dia dikeluarkan dari Syurga. Dan hari kiamatpun akan terjadi pada hari Jum'at."
Hari Jum'at adalah hari berlimpahnya magfirah. Ibnu adiy dan Tabrani dalam "Al-Ausat" mengemukakan sebuah hadits yang diperoleh dari Anas ra, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya bahwa Allah SWT Tabaraka wa Ta'ala tidak membiarkan seorang muslimpun yang tidak diampuni dosanya."
Asy-Syaukani mengemukakan sebuah hadits yang diperoleh dari Abu Hurairah ra, yang menyebut bahwa Rasulullah SAW, ketika menyebut hari Jum'at bersabda :
"Di dalam hari itu terdapat suatu saat dimana seorang hamba Allah SWT yang menjumpainya, setelah itu dia sembahyang mohon sesuatu kepada Allah SWT, permohonannya pasti diperkenankan."
Tabrani mengemukakan hadits yang diperoleh dari Abu Umamah yang menyebut bahwa Rasulullah SAW, bersabda :
"Barangsiapa menunaikan shalat Jum'at, berpuasa pada hari itu ( dalam keadaan berpuasa pada dua hari sebelum dan sesudahnya), menjenguk orang sakit, menziarahi jenazah dan menyaksikan pernikahan, dia berhak masuk Syurga."
Disadur dari buku yang berjudul "Keistimewaan hari Jum'at : Rahasia, Hikmah dan Panduan Amalannya oleh Marzuqi Yaquub

Ilustrasi manajemen waktu

Suatu hari, seorang ahli 'Manajemen Waktu' berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata: "Baiklah, sekarang waktunya kuis " Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati- hati batu-batu itu kedalam toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:" Apakah toples ini sudah penuh?"
Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!"
Kemudian dia berkata, "Benarkah?"
Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: "Apakah toples ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab.
"Bagus!" jawabnya.
Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang- ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.
Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kpd para siswanya dan bertanya: "Apakah maksud dari ilustrasi ini?"
Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!"
"Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.
"Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu.
Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.
Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".

Golongan yang Dibenci Allah


Adalah sunatulah bahwa segala sesuatu dalam kehidupan ini selalu berpasangan. Di satu sisi ada orang yang bergelut dengan kemiskinan, tapi di sisi lain ada golongan yang hidup dalam kelebihan harta.
Ada pula orang-orang yang hidupnya selalu diliputi dengan keberkahan dan kasih sayang Allah, namun di sisi lain ada orang-orang yang selalu hidup dalam kemurkaan dan dibenci Allah.

Orang-orang yang hidup dalam kebencian Allah pada dasarnya disebabkan oleh perilaku mereka yang mengundang kemurkaan Allah. Rasulullah menjelaskan, ''Empat macam orang yang dibenci Allah, yaitu penjual yang suka bersumpah, orang miskin yang sombong, orang yang sudah tua suka melacur, dan pemimpin yang durhaka.'' (HR Nasa'i dari Abu Hurairah).

Hadis di atas memberikan penjelasan yang gamblang bahwa ada empat perilaku yang dapat menggelincirkan manusia masuk ke dalam golongan orang-orang yang dibenci Allah. Pertama, penjual yang suka bersumpah. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah para penjual yang sering bersumpah palsu dengan tujuan untuk melariskan atau meningkatkan keuntungan. Rasulullah telah memperingatkan berkaitan dengan perilaku ini dalam sabdanya, ''Bersumpah untuk melariskan barang dagangannya adalah merusak keberkahan dan keuntungan.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, orang miskin yang sombong. Dalam konteks ini maksudnya adalah orang yang miskin secara kehidupan, tetapi ia tidak mau berdoa kepada Allah, tidak berusaha, dan bahkan malah bergaya seperti orang yang kaya serta sombong kepada sesamanya. Berkaitan dengan sifat sombong, Allah memperingatkan, ''Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.'' (QS 17: 37). Dalam ayat lainnya Allah menegaskan, ''Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.'' (QS 31: 18). Ketiga, orang yang sudah tua tetapi suka melacur. Orang yang sudah tua seharusnya mulai berpikir dan menyiapkan diri menjemput kematian. Dan, bukan justru semakin bermaksiat kepada Allah, seperti melakukan perzinahan. Inilah sebab mengapa orang-orang seperti ini Allah benci.

Keempat, pemimpin yang durhaka. Pemimpin yang durhaka dalam konteks ini maksudnya adalah pemimpin yang memanfaatkan wewenang dan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya. Mereka sibuk melakukan praktik 'dagang sapi' untuk dapat melanggengkan kekuasaan dan melakukan korupsi secara bersama-sama. Rakyat yang mereka pimpin hanya dijadikan objek untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Rakyat hanya dijadikan simbol untuk melegitimasi perilaku buruk mereka. Akibatnya, kehidupan rakyat jauh dari mencukupi, dan bahkan berada di bawah garis kemiskinan.
Semoga Allah selalu melindungi kita sehingga tidak terjerumus kepada empat perilaku tadi. Wallahu a'lam.

Sumber Syahwat Itu Bernama: Perempuan!

Eramuslim - Dalam Qur'an Surat Ali Imran ayat 14 dikatakan syahwat manusia kecenderungan pertama berasal dari perempuan. "Dihiasi manusia dengan syahwat yang muncul dari perempuan dan anak-anak....."

Dalam surat ini dikatakan "manusia", bukan saja laki-laki. Artinya seluruh manusia memiliki syahwat kepada perempuan. Kalau dikatakan "manusia" artinya mencakup laki-laki dan perempuan juga. Kalau laki-laki memiliki syahwat kepada perempuan itu sudah normal, tapi bagaimana dengan perempuan terhadap perempuan?

Dalam kajian tafsir di Maqdis Bandung, ustadz Saiful Islam Lc menjelaskan maksud ayat ini kurang lebih sebagai berikut:

Seorang perempuan bila melihat perempuan lain lebih cantik dari padanya, lebih baik dari dirinya, apakah itu pakaiannya, tas, sepatu, rumah, jilbab, perabotan dan lain-lain, biasanya langsung timbul keinginan dalam hatinya untuk bisa juga seperti orang yang dilihatnya itu atau memiliki keinginan untuk memiliki juga benda yang ada pada perempuan yang dilihatnya. Beda dengan laki-laki, laki-laki biasanya tidak timbul syahwatnya melihat sesamanya mengenakan pakaian bagus, lebih tampan, ujar Ustadz Saiful melanjutkan.

Biasanya dialog yang terjadi jika perempuan bertemu dengan perempaun lain antara lain, "Jilbabnya bagus, beli dimana? saya jadi ingin beli juga euyh" atau "model baru ya, bagus sekali, antarkan saya dong, saya mau beli juga"!!

Suatu hari sayapun pernah menjadi "korban", waktu itu saya melihat teman memakai baju baru dan menurut saya bagus. Saya membayangkan, sayapun akan lebih tampak cantik jika memakai baju itu.

Tiba-tiba saja secara spontan saya katakan "Mbak bajunya bagus, beli dimana, berapa semeter, ongkos jahitnya berapa", buntut-buntutnya saya minta diantarkan ke toko tempat ia membeli kain.

Selang berapa detik saya ingat surat Ali Imran ayat 14 beserta taushiah ustadz agar menghindari bahaya syahwat yang muncul dari perempuan. Akhirnya saya katakan, "nggak jadi deh mbak, lain kali saja".

Pantas saja sebelum meninggal, Rasul berpesan agar benar-benar melindungi perempuan, tidak saja banyak fitnah yang ditimbulkan oleh perempuan, tapi juga syahwat (keinginan) yang dapat menjerumuskan manusia kedalam kebinasaan.

Laki-laki bergairah mencari nafkah bisa disebabkan karena perempuan. Laki-laki melakukan KKN, pekerjaan tercela dan perilaku binatang bisa juga disebabkan karena perempuan. Perempuan, adalah makluk yang luar biasa, dari rahimnya lahir manusia setingkat Rasulullah dan sehina Fir'aun.

Pesan Rasulullah kepada perempuan, hati-hatilah dalam kehidupan dunia, jangan jadi penggoda, sebagaimana perempuan juga suka digoda. Wallaahu'alam.

Yesi Elsandra
yelsandra@yahoo.com

KEUTAMAAN BULAN SYAABAN

Bulan Syaaban

Sabda Nabi s.a.w :

Apabila masuk bulan Syaaban, baikkanlah niatmu padanya, kerana kelebihan Syaaban atas segala bulan seperti kelebihanku atas kamu ( Al-Hadis)

Sesiapa berpuasa sehari sebelum bulan Syaaban, diharamkan Allah tubuhnya dari api neraka. Dia akan menjadi taulan Nabi Allah Yusuf di dalam syurga.Diberi pahala oleh Allah seperti pahala Nabi Allah Ayub dan Nabi Daud. Jika dia sempurnakan puasanya seluruh bulan Syaaban, dimudahkan Allah atasnya sakratulmaut dan ditolakkan (terlepas) daripada kegelapan di dalam kubur dilepaskan daripada huru-hara Munkar dan Nakir, ditutup Allah keaibannya pada hari kiamat dan diwajibkan Allah syurga baginya.( Al-Hadis )

Sesiapa berpuasa pada awal hari Khamis pada bulan Syaaban dan akhir Khamis daripada Syaaban, dimasukkan dia ke dalam syurga.

( Al-Hadis dari kitab Al-Barokah )

Berkata Siti Aishah s.a.w bulan yang lebih dikasihi oleh Rasulullah s.a.w ialah bulan Syaaban.

Sabda Nabi s.a.w : Syaaban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku. Syaaban ialah mengkifarahkan (menghapuskan) dosa dan Ramadhan menyucikan dosa (jasmani & rohani).

Sabda Nabi s.a.w : Bahawa puasa Syaaban kerana membesarkan Ramadhan. Sesiapa yang berpuasa tiga hari dalam bulan Syaaban, kemudian dia berselawat atasku beberapa kali sebelum berbuka puasa, diberikan rezeki baginya; antara lain sabdanya lagi : Bahawa Allah Taala membukakan pada bulan itu tiga ratus pintu rahmat.

Sabda Rasulullah s.a.w. : Dinamakan Syaaban kerana padanya terdapat kebajikan yang amat banyak dan puasa yang lebih afdal sesudah Ramadhan ialah puasa bulan Syaaban.

Oleh itu saya menyeru agar semua muslimin/muslimah bersegera dalam membuat amal kebaikan ini disamping menyambut ketibaan Ramadhan

yang bakal menjelma tidak berapa lama lagi semoga dosa-dosa kita dikifarahkan oleh Allah S.W.T.Insya Allah.

Syaaban persiapan tempuh Ramadan

Oleh Zuridan Mohd. Daud

Allah SWT berfirman yang bermaksud: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (Zulkaedah, Zulhijjah, Muharam, Rejab). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu dan perangilah kaum Musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahawasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (at-Taubah : 36).

Dua belas bulan yang disebut oleh Allah di dalam ayat di atas telah dihuraikan oleh Rasulullah SAW di dalam hadis.
Abu Bakrah menceritakan bahawa Nabi SAW memberikan khutbah ketika ibadah haji dengan berkata: Ketahuilah bahawa masa berputar seperti mana hari Allah menciptakan langit dan bumi, setahun ada 12 bulan antaranya empat bulan haram, tiga daripadanya berturutan iaitu Zulkaedah, Zulhijjah, Muharam dan Rejab yang terletak antara Jumada dan Syaaban. (riwayat Imam Ahmad).

Bulan dalam bahasa Arab disebut Al-Syahru yang bermaksud zaman atau masa iaitu merujuk kepada peredaran bulan mengelilingi bumi. Nama-nama bulan Arab yang telah diiktiraf sebagai bulan Islam dan dirasmikan penggunaan oleh Saidina Umar al-Khattab r.a adalah:

lMuharram erti diharamkan, kerana ia adalah bulan pertama daripada empat bulan yang diharamkan berperang dalam Islam.

lSafar pula ertinya kosong, kerana penduduk Arab ketika itu keluar dari kampung mereka kerana berperang dan mencari makanan sebagai persiapan menghadapi musim panas.

lRabiulawal dan Akhir ertinya musim bunga iaitu biasanya waktu ini pokok mengeluarkan bunga dan tumbuhan menghijau.

lJumada Ula dan Jumada Akhir, erti Jumada itu ialah membeku di mana waktu ini biasanya berlaku musim sejuk yang menyebabkan air membeku. Asal perkataan Jumada ialah ‘Jamada’ yakni membeku.

lRejab pula bermaksud mengagungkan dan membesarkan di mana pada zaman Arab sebelum Islam mereka mengadakan gencatan senjata di bulan ini sebagai memuliakannya.

lSyaaban bererti pecahan yang banyak, di mana pada zaman Arab sebelum Islam mereka keluar pada bulan setelah duduk lama di rumah pada bulan Rejab. Mereka juga keluar beramai-ramai mencari air dan makanan.

lRamadan bererti panas, kerana kebiasaannya pada waktu dahulu pada bulan ini berlaku cuaca panas.

lSyawal pula dinamakan sempena dengan musim di mana unta kekurangan susu pada waktu ini. Syawal dalam bahasa Arab berasal dari kata kerja Tasyawwala yang bermaksud sedikit atau berkurangan.

lZulkaedah merujuk kepada kebiasaan penduduk Arab zaman sebelum Islam tidak berperang kerana ia termasuk dalam bulan-bulan haram berperang. Perkataan Kaedah itu berasal dari ‘Qa ‘ada’ yakni duduk.

lZulhijjah pula dikaitkan dengan kebiasaan kaum Arab ke Kaabah menunaikan haji pada bulan ini.

Berdasarkan makna setiap bulan yang dinyatakan pastinya masing-masing mempunyai kelebihan dan keistimewaannya. Termasuklah juga dengan bulan Syaaban.

Ketibaan bulan Syaaban seharusnya disambut dengan azam dan komitmen untuk meningkatkan keimanan kepada Allah dengan memperbanyakkan amalan dan kebajikan. Sebabnya hidup seorang muslim hendaklah sentiasa berubah kepada keadaan yang lebih baik daripada sebelumnya.

Sebagai Muslim sewajarnya kita mengetahui apakah kelebihan bulan Syaaban agar ketibaannya dapat dihayati dengan sebaiknya.

Memanfaatkannya

Keistimewaan ini juga menunjukkan kepada kita bagaimana Islam sangat mementingkan soal masa. Di mana ada saat-saat tertentu yang mempunyai fadilat yang khusus dan jika tidak diambil kesempatan untuk memanfaatkannya akan berlalu begitu sahaja serta tiada peluang lagi untuk dikembalikan.

Menyentuh tentang kelebihan bulan Syaaban terdapat beberapa hadis sahih yang menjelaskan tentangnya.

Antaranya: Aisyah r.a. meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW berpuasa hingga kami menganggap ia tidak berbuka, dan ia berbuka sehingga kami menganggap ia tidak berpuasa dan aku tidak pernah melihat baginda menyempurnakan puasa sebulan melainkan pada bulan Ramadan dan aku juga tidak pernah melihat baginda memperbanyakkan puasa melainkan pada bulan Syaaban. (riwayat Bukhari dan Muslim).

Aisyah r.a. juga berkata: Sesungguhnya ia (Nabi Muhammad) berpuasa pada bulan Syaaban keseluruhannya dan baginda bersabda: Laksanakanlah amalan sedaya yang kamu mampu, sesungguhnya Allah SWT tidak jemu sehinggalah kamu jemu. Dan sebaik-baik solat (sunat) pada sisi Rasulullah SAW ialah yang berterusan meskipun sedikit, kerana baginda apabila solat (sunat) baginda akan sentiasa terus melakukannya. (riwayat Bukhari dan Muslim).

Abu Salamah r.a. pula berkata: Aku pernah bertanya Aisyah r.a. tentang puasa Rasulullah s.a.w. lalu dijawab: Bahawa Nabi berpuasa sehingga kami berkata memang ia berpuasa dan ia berbuka sehingga kami berkata memang ia berbuka, dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa lebih banyak daripada bulan Syaaban, ia pernah berpuasa sebulan pada bulan Syaaban dan pernah juga ia berpuasa sedikit pada bulan Syaaban. (riwayat Muslim).

Di dalam riwayat yang lain Ummu Salamah r.a berkata: Aku tidak pernah melihat baginda SAW berpuasa berturut-turut melainkan pada bulan Syaaban dan Ramadan. (riwayat Tirmidzi).

Aisyah r.a. juga meriwayatkan bahawa bulan yang paling disukai oleh Rasulullah SAW berpuasa ialah bulan Syaaban kemudian disambung ke bulan Ramadan. (riwayat Abu Daud dan Ahmad)

Bagi mereka yang ingin berpuasa di bulan Syaaban sebaiknya dimulakan dari awal bulan Syaaban.. Ini kerana terdapat larangan berpuasa dihujung Syaaban bagi mereka yang tidak pernah berpuasa di awalnya.

Ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahawa Nabi SAW bersabda: Apabila sudah tinggal separuh dari bulan Syaaban maka janganlah kamu berpuasa.

Berdasarkan hadis ini para ulama menyatakan adalah ditegah jika seseorang berpuasa di hujung Syaaban kerana ingin menyambungnya terus dengan puasa di bulan Ramadan.

Berkenaan dengan hikmah atau rahsia menunaikan ibadah di bulan Syaaban, terdapat hadis-hadis sahih yang menceritakannya. Antaranya:

Usamah bin Zaid berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: Wahai Rasulullah aku tidak pernah melihat engkau berpuasa sebulan seperti mana kamu berpuasa pada bulan Syaaban. Jawab Nabi SAW: Itulah bulan di mana manusia mengabaikannya iaitu bulan antara Rejab dan Ramadan (Syaaban). Ia adalah bulan di mana segala amalan akan diangkat kepada Tuhan sekelian alam dan aku suka amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa. (riwayat Nasai dan Ahmad)

Abu Musa al-Asyaari pula menceritakan bahawa Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah melihat (amalan hamba-hamba-Nya) pada malam Nisfu Syaaban lalu diampunkan dosa semua makhluk-Nya (hamba-Nya) kecuali syirik dan orang yang memutuskan silaturahim (tidak bertegur dengan saudaranya). (riwayat Ibnu Majah)

Abdullah bin Amru juga pernah meriwayat bahawa Rasulullah bersabda: Allah melihat kepada makhluknya pada malam Nisfu Syaaban lalu diampunkan hambanya kecuali dua iaitu orang yang memutuskan silaturahim (tidak bertegur dengan saudaranya) dan pembunuh. (riwayat Imam Ahmad)

Demikianlah beberapa hadis yang menunjukkan kelebihan bulan Syaaban dan pertengahan bulan Syaaban atau Nisfu Syaaban sebagai pintu masuk kepada ketibaan bulan yang lebih istimewa iaitu Ramadan.

Pelaksanaan ibadah bulan Syaaban adalah satu kebebasan kepada umat Islam tanpa dikhususkan kepada amalan-amalan tertentu atau dengan cara yang tertentu kecuali nas yang menggalakkan berpuasa sunat.

Oleh itu, di samping ibadah puasa, bolehlah juga dilakukan amalan-amalan lain seperti bersedekah, berzikir, qiamullail dan sebagainya.

Di samping itu, elok juga di bulan Syaaban ini kita membuat persiapan menyambut ketibaan bulan yang penuh barakah iaitu Ramadan. Pada kebiasaannya umat Islam menghias rumah dan membuat persiapan awal bagi menyambut kedatangan Hari Raya Aidilfitri sebaliknya persiapan Ramadan tidak diambil berat. Sedangkan hari raya cuma sehari, puasa Ramadan pula sebulan lamanya.

Sebaiknya bulan Syaaban dibuat persediaan bagi menempuh Ramadan. Persiapan sama ada dari sudut ruhiah yakni dengan membiasakan diri dengan puasa dan ibadah lain di samping persiapan fizikal seperti menghias rumah, menyediakan pakaian baru dan mengadakan ruang khusus untuk beribadat di rumah.

Article By : Kang Anang

Etika Berkomunikasi Lewat Telepon

1. Ceklah dengan baik nomor telepon yang akan anda hubungi sebelum anda menelpon agar anda tidak mengganggu orang yang sedang tidur atau mengganggu orang yang sedang sakit atau merisaukan orang lain.

2. Pilihlah waktu yang tepat untuk berhubungan via telepon, karena manusia mempunyai kesibukan dan keperluan, dan mereka juga mempunyai waktu tidur dan istirahat, waktu makan dan bekerja.

3. Jangan memperpanjang pembicaraan tanpa alasan, karena khawatir orang yang sedang dihubungi itu sedang mem-punyai pekerjaan penting atau mempunyai janji dengan orang lain.

4. Hendaknya wanita tidak memperindah suara di saat ber-bicara (via telpon) dan tidak berbicara melantur dengan laki-laki. Allah berfirman yang artinya: “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik”. (Al-Ahzab: 32).

5. Maka hendaknya wanita berhati-hati, jangan berbicara diluar kebiasaan dan tidak melantur berbicara dengan lawan jenisnya via telepon, apa lagi memperpanjang pembicaraan, memperindah suara, memperlembut dan lain sebagainya.

6. Hendaknya penelpon memulai pembicaraannya dengan ucapan Assalamu`alaikum, karena dia adalah orang yang datang, maka dari itu ia harus memulai pembicaraannya dengan salam dan juga menutupnya dengan salam.

7. Tidak memakai telpon orang lain kecuali seizin pemiliknya, dan itupun bila terpaksa.

8. Tidak merekam pembicaraan lawan bicara kecuali seizin darinya, apapun bentuk pembicaraannya. Karena hal tersebut merupakan tindakan pengkhianatan dan mengungkap rahasia orang lain, dan inilah tipu muslihat. Dan apabila rekaman itu kamu sebarluaskan maka itu berarti lebih fatal lagi dan merupakan penodaan terhadap amanah. Dan termasuk di dalam hal ini juga adalah merekam pembicaraan orang lain dan apa yang terjadi di antara mereka. Maka, ini haram hukumnya, tidak boleh dikerjakan!

9. Tidak menggunakan telepon untuk keperluan yang negatif, karena telepon pada hakikatnya adalah nikmat dari Allah yang Dia berikan kepada kita untuk kita gunakan demi memenuhi keperluan kita. Maka tidak selayaknya jika kita menjadikannya sebagai bencana, menggunakannya untuk mencari-cari kejelekan dan kesalahan orang lain dan mencemari kehormatan mereka, dan menyeret kaum wanita ke jurang kenistaan. Ini haram hukumnya, dan pelakunya layak dihukum.

(Dikutip dari Judul Asli Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, penulis Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari)

Air Tawar Segar di Kedalaman Samudera

"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S Al Furqan:53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi `Discovery' pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan..." artinya "Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus." Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhuma lu'lu`u wal marjaan" artinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam.

Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air." Bila seorang bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran."


Oleh:Ir.H.BambangPranggono,MBA.