Rabu, 16 September 2009

Jangan Pernah Berhenti Mengingat-Ku

Ada seorang hamba Tuhan ( 'abid ) yang taat beribadah di kuilnya dilereng sebuah gunung. Ia melakukan ketaatan itu sudah seratus tahun.Pada suatu hari setan menggodanya agar ia beristirahat barang beberapa hari saja dan diteruskan lagi sesudahnya.apa lagi ia mengalami kejenuhan di sana selama seratus tahun itu.

Hamba itu pun turun gunung meninggalkan kuilnya dan memasuki kota untuk mengunjungi kerabat dan teman-temannya di jalan Allah.Ketika bertemu dengan salah seorang temannya, ia diajak masuk kedalam rumah, bahkan ia di minta untuk membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya. Dia merasa punya kepedulian sesama, maka ia kemudian berjanji untuk membantu temanya seperti yang di minta.

Waktu terus berjalan, dan tanpa disadari ia telah melewatkan waktu tujuh bulan.sampai tibalah malam itu, malam yang menganugrahinya mimpi, yakni sebuah mimpi yang memberi peringatan dan mencoba membangun kesadarannya kembali.

Didalam mimpinya itu ia melihat seorang pemuda yang sangat tampan dan bersih pula pakaiannya. Pemuda itu lalu berkata kepadanya,”aku adalah seorang Rosul utusan Allah. Aku di sini ingin bertanya kepadamu, adakah kekurangan atau cacat yang engkau lihat dari Allah dan Rosul-Nya, sehingga engkau meninggalkan peribadatan mu? Maka, alangkah lebih baiknya bila engkau segera kembali ke kuilmu sebelum kematian datang dan tak ada lagi memberimu harapan”.

Mimpi itu membuatnya menjerit ditengah malam serta menggetarkan seluruh sendi-sendi tubuhnya. Maka, malam itu juga, ia berpamitan, meninggalkan rumah temannya itu dan kembali ke kuil.

Di saat perjalanan pulang, hamba tuhan itu pun harus mengarungi gurun Sahara yang tandus, minum hanya dari tetesan air hujan yang turun, dan hanya makan dedaunan dari pohon yang tumbuh dan ditemuinya di jalan. Hamba Tuhan itu pun tak henti-hentinya memohon, “Illahi...... tubuhku telah menjadi aib, hatiku diliputi duka, lisanku telah berbuih dengan dosa-dosa. Maka, ampunilah dosa-dosa ku wahai Sang Maha Pengampun Dosa, wahai sang maha penutup aib dan wahai sang maha mengetahui perkara yang gaib............”.

Sampai akhirnya, ketika telah sampai di kuil dan berniat memasukinya, ia melihat tulisan. Ia perhatikan tulisan yang terdiri dari empat baris itu dengan teliti.

-serahkanlah urusanmu ( bertaqwalah ) kepada kami, maka kami akan mencukupi mu.

-terimalah ajaran kami, maka kami akan menerima mu (sebagai hamba kami)

-ceraikanlah dosa-dosa mu, maka kami akan memberi ampunan serta mengasihimu.

-dan tamaklah pada hal-hal yang ada disisi kami, niscaya kami akan memberimu

Benarkah Hanya Allah Yang Ku Sembah?

Ada seorang ahli ibadah yang masuk ke masjid hendak menjalankan sholat.ketika sedang sholat,tepatnya ketika sedang membaca surat Al-fatihah pada lafal Iyyaka na'budu (hanya kepada Mu lah kami menyembah)terlintas dalam pikiranya bahwa ia adalah seorang hamba Allah yang sejati dengan melakukan ibadah yang disyariatkan oleh agama.

Seketika itu pula,dari lubuk hatinya yang paling dalam terngiang sebuah panggilan yang berulang-ulang,”engkau berdusta!” sesungguhnya engkau hanya menyembah mahluk,bukan Allah! Ketika engkau sedang sholat, pikiran dan hatimu tak sepenuhnya tertuju kepada Allah. Justru memikirkan selain-Nya, padahal selain Allah itu, mahluk! Maka, bagaimana mungkin engkau berharap dianggap sebagai hamba Allah yang sejati?” setelah itu ia berintropeksi, bertobat kepada Allah Azza Wa Jala, dan mulai memperbaiki diri dengan mengucilkan diri dari khalayak ramai.

Ketika merasa lebih baik dari sebelumnya, ia pun merasa yakin kini dia lah hamba Allah yang sejati. Kemudian dia sholat ketika sampai pada ayat Iyyaka na'budu, kembali terngiang didasar telinganya sebuah panggilan “engkau masih berdusta! Engkau hanya menyembah istrimu saja! Pikiran dan hatimu masih dipenuhi oleh perkataan dan sikap istrimu, oleh karena itu,istrimu menjadi tombak menghadap Allah!”. Setelah itu ia ceraikan istrinya agar ia bisa menyembah Allah dengan sempurna tanpa tercampuri oleh suatu pun selain-Nya.

Dengan semangat membara inggin diakui kehebatanya oleh Allah SWT. Kembali ia menjalankan sholat, namun kembali terngiang sebuah suara “Engkau berdusta! Engkau hanya menyembag hartamu! Bagaimana engkau tidak menyembah hartamu bila kau masih terus saja berfikir cara mencari harta untuk bekal ibadahmu.” maka, ia sedekahkan seluruh hartanya sampai akhirnya ia tidak mempunyai kekayaan lagi.

Ia lalu mencoba lagi sholat.sampai pada ayat yang sama. sekali lagi tengiang sebuah suara “enkau bohong engkau hanya menyembah pakaianmu engkau gunakan matamu melihat-lihat dan merapikan pakaianmu.engkau belum terlepas dari keingginan akan pakaian yang bagus. Artinya : engkau belum terbebas dari urusan dunia! “ ia pun menyedekahkan seluruh pakaianya, hingga hanya tersisa pakaian yang melekat di badannya saja. Setelah itu,ia kembali menjalankan sholat dengan khusuk kepasrahan total dan tanpa beban sedikitpun. Ketika lisan seiring kalbu melafalkan Iyyaka na'budu terngiang seruan” benarkah engkau kini ! Sekarang engkau termasuk golongan hamba-hamba Allah yang sejati”.

Namun panggilan itu sudah tidak berarti lagi. Sebuah panggilan yang sudah takdigubrisnya lagi, karena ia kini berdiri di antara ada dan tiada. Dia merasa hidup tapi takmerasakan apa apa. Dia seperti orang mati tetapi masih bernafas.ia sudah tak tau lagi siapa dirinya. Yang ia tau adalah Allah, sang Kholik Sang Maha Wujud dan Sang Maha Kasih, Tuhan seru sekalian alam, yang tak ada siapapun dan apapun yang haq disembah selain Dia Dzat Yang Maha Kuasa.

TOPENG PARA MAHKLUK HALUS

Di benak kita, pocong, banaspati, wewe gombel, sindel bolong, genduruwo, babi ngepet, lampor, tuyul & mbak Yul (Eh… Mbak Yul-nya nggak ding…!), serta bebagai jenis mahkluk halus lainnya adalah wujud-wujud yang menakutkan, menyeramkan dan mengerikan. Horror man….!

Barang siapa yang pernah melihat mereka akan merinding bulu kudunya. Bahkan sebagian orang akan terpaku seketika, tak mampu bergerak karena shock. Ada yang masih mampu berteriak minta tolong, tapi ada juga tuh yang langsung pingsan.

Sebagaimana anak kecil yang takut melihat topeng yang menyeramkan, demikian pula saat kita melihat perwujudan yang sangat menakutkan tersebut. Apa yang kita lihat sebenarnya tak lebih hanya topeng rekayasa mereka, para jin jahat untuk menakuti manusia. Apa yang kita lihat bukanlah wujud asli mereka.

Allah telah menyaatakan, “….sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka….”

(QS. Al-A’raaf:27)

Sesungguhnya kita bisa melihat mereka, maka kita melihat dalam bentuk palsu mereka, atau penyerupaan mereka dalam wujud mahuk yang menyeramkan, wujud manusia yang telah meninggal (hiiii…), wujud orang tua berjubah putih, wujud wanita cantik (siit…suiitt…), wujud binatang serta wujud-wujud lainya yang mereka kehendaki. Selain menampakkan diri, ada pula jin yang hanya memperdengarkan saura-suaranya saja, ada juga yang masuk ke dalam tubuh manusia yang kemudian disebut kesurupan.

Pada asalnya jin rendah diri ketika bertemu manusia. Akan tetapi ketika kemudian manusialah yang menjdai takut, maka jin itu menjai berani, kemudian berbuat usil dengan menampakan diri dalam wujud yang menakutkan.

Setalah kita bacakan ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an atau kita sebut kebesaran nama Allah biasanya mereka lantas menghilang, (cluiing...!).

Jadi kenapa kita harus takut pada mereka? Kalau mereka bisa menakuti manusia mengapa kita tidak bias menakuti mererka? Pasang aja muka jelek kamu di depan mereka, pasti mereka mengira kamu adalah kembarannya, he..he..he..! (B’canda lo...ntar setan-nya protes lagi, kan gantengan tu setan, hik..hik..hik.. Nngak ding)

Luruskan akidah kamu, murnikan tauhidmu, perbaiki akhlakmu, tingkatkan ibadahmu, niscaya mereka akan takut kepadamu. Semoga Allah SWT senantiasa melindung kita dari godaan setan yang terkutuk. Amien…

Taubatan NASHUUHAA

Taubat Nashuuhaa adalah tubat yang sesungguhnya, taubat yang sebenar-benarnya taubat, yaitu kembalinya seorang hamba Allah subhanahu wata’ala dari dosa yang pernah dilakukan, baik karena sengaja maupun terlupa, dengan kebali secar benar, iklas semata-mata mengharap ampunan-Nya.

Allah SWT menganjurkan melakukan taubat dan beristigfar karena dengan jalan itulah seorang hamba akan di ampuni dosanya, dihindarkan dari siksa, serta mendapat rahmat yang besar.

Allah berfirman, “…Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamau beruntung.” (QS. An-Nuur : 31) Dalam ayat lain Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nashuuhaa (taubat yang semurni-murninya)…” (QS. At-Tahriim :8)

Dan Rosulullha SAW juga bersabda, “wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya 100 kali dalam sehari.” (HR Al-Bukhari&Muslim)

Dalam Surat Nuh diceritakan bahwa Nabi Nuh ASmengadukan kaumnya kepada Allah, “…maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepdamu dengan lebat dan

membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai.”
(QS Nuh : 10-12)

Itulah sebagian rahmat Allah yang akan diberikan kepada hamba-Nya yang memperbanyak istighfar. Maka sudah seharusnya kita segera bertaubat kepada-Nya, memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang pernah kita perbuat. Kadang dosa itu terjadi tanpa kita sadari, mungkin kita tidak tahu bahea itu adalah dosa, mungkin pula kita melakukan tanpa sengaja hingga tidak menyadarinya. Saat sadar ternyata dosa itu sudah menumpuk memenuhi rongga hati kita. Apa jadinya kalau kita tidak selama ini tidak sadar…

Maka Allah perintahakan hama-Nya meminta ampun setiap waktu, tempat dan kesempatan. Pintu taubat adalah bukti kemurahan Allah yang diberikan kepda hamba-Nya yang mau menerima uluran kasih-Nya. Dengan taubat tersebut Allahmenghendaki kebaikan bagi manusia dengan menghapus seluruh dosa dan kesalahanya. Apa jdinya jika bukan kesempatan taubat yang Allah berikan, ttapi azab yang tiba-tiba meluluhkan semua harta dan tempat tinggal kita karena dosa ynag kita lakukan? Bagaiama jika azab itu turun saaat kita sedang terlelap sehingga memaksa kita segera menghadap Allah SWT karena banyaknya dosa yang tidak pernah kita sesali?

Betapa banyak pelajaran dalam Kitabullah tentang kaum terdahulu yang telah Allah hancurkan karena dosa mereka. Dosa yang tidak mereka
sesali tapi justru mereka sombongkan. Dosa yang

tidak mereka tutupi tapi malah mereka banggakan. Dosa itu mereka lakukan secara terang-terangan tanpa khawatir bahwa malaikat maut telah berada di sampingnya.

Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tapi Allah juga mamapu menurunkan azab dengan seketika kepada hamba-hamba-Nya yang membangkang, hamba-hamba-NYa yang telah ia berikan kesemapatan untuk taubat tapi menolak dan memilih untuk berdiri dengan kesombangan dan kekufuranya.

Maka tidaklah kini kita ingin segera kembali kejalan-Nya, memuji dan memanjatkan kata sesal kepada-Nya sebagaimana kata-kata yang sering di ucapkan paman Nabi, Al-Abbas bin Abdul Muthalib, “Ya Allah, sesungguhnya kami mengetahuai bahwa Engkau tidak akan menurunkan siksa kecuali karena dosa. Dan Engkau tidak akan mencabutnya kembali kecuali dengan taubat. Maka saksikanlah oleh-Mu, sesungguhnya kami telah bertaubat kepada-Mu.”

TAUBAT, PINTU MENUJU ROHMAT

Seorang muslim yang baik bukanlah mereka yang tidak pernah melakukan dosa dan kesalahan, karena setiap anak Adam siapapun orangnya , apapun profesinya dan seluas apapun ilmunya pasti tidak akan luput dari yang namanya dosa dan salah.

Namun seorang muslim yang baik adalah mereka yang apabila melakukan kesalahan segera bertaubat atas keesalahannya tersebut dan tidak mengulanginya lagi di masa-masa yang akan datang.

Rosulullah SAW bersabda, “ Setiap anak adam pasti bersalah dan sebaik-baiknya orang bersalah yang mau bertaubat.” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad&Al-Hakim)

Rosulullah juga bersabda, “Sesungguhnya apabila seorang mukmin melakukan dosa, maka akan terjadi bintik hiatam didalam hatinya. Jika ia bertaubat dan melepaskan dosa tersebut serta berikhtighfar, makahatinya akan dibersihkan . Namun jika ia menambah dosa, maka bintik hitam itu kan bertambah sehingga menutupi hatinya. Maka itulah yang disebut dengan raan (karat) yang disebutkan Allah dalam kitab_Nya, “Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin:14).” (HR. At-Tarmidzi,Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban&Al-Hakim)

Oleh karena itu Allah menyediakan pintu bagi hambnya yang ingin menebus dosa dan kesalahan yang telah ia lakukan. Pintu itu tiada lain adalah taubat, yakni kembalinya seorang hamba Allah “azza wa jalla dari dosa yang telah diperbuatnya, baik karena sengaja maupun tidak dan lahir maupun batin.

Gemilang dosa dari waktu ke waktu, Allah tawarkan saja jalan untuk menghapusnya. Tumpukan kesalahan satu demi satu hingga akhirnya membelebnggu jiwa, Allah berikan kesempatan untuk menyucikannya sampai bersih tiada sisa. Allah mencintai hamba-Nya yang kembali bertaubat. Allah berfirman, “…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang mau bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 22

Kala Dia buka pintu maaf-Nya siang dan malam tiada henti. Dia buka pintu ampunan-Nya kepada siapa yang ingin kembali tanpa kecuali. Tanpa kecuali, semuanya Dia berikan kesempatan yang sama untuk membasuh diri membersihkan kotoran-kotoran yang melekat di hati, lisan, tangan, kaki, dan seluruh anggota badan.

Rosulullah bersabda: “ Sesungguhnya Allah ta’ala membuka tangan-Nya pada malam hari agar bertaubat pada-Nya orang yang bertaubat kejelekannya disiang hari, dan membuka tangn-Nya pada siang hari untuk bertaubat pada-Nya atas kejelekanya pada malam hari. Demikian berlangsung terus menerus sampai matahari terbit dari barat.” (HR. Muslim

Bagi Allah , tida dosa yang tiada termaafkan. Tiada kesalahan yang tida terampunkan. Kunci untuk kembali adalah niat suci yang terukir dilubuk hati yang terdalam. Keinginan taubat yang iklas karena Allah semata, karena takut murka dan siksa-Nya, karena mengharap rahmat dan RidhoNya.

Hamba itu sadar, jika ia tidak bertaubat, Allah akan menurunkan hukuman padanya, baik di dunia maupun akhirat. Tiada yang mampu menghalang-Nya menimpakan siksa. Tiada yang mampu mencegah-Nya jika Dia berkehendak melemparkan hamba itu kedalam jurang api neraka.

Tapi hamba itu sadar juga, Allah pun mau mengampuni dosa seberat apapun beratnya. Karena ituah dia bertaubat dengan sebenar-benarnya, mohon ampun atas semua dosa, bersimpuh sambil menumpahkan airmata sesal di hadapan-Nya.

Meski rahmat dan pintu ampunan-Nya demikian luas, meski Allah mau memaafkan sebesar apapun kesalahan, tapi yang terselip sedikitpun keinginana untuk mengulangi maksiat, karena makna taubat adalah penyesalan dosa dan tekad diri untuk tidak mengulanginya lagi.

BOLEH PILIH

Masuk Surga Dari Delapan Pintu


Masuk Neraka Dari DUA Pintu

Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Barang siapa yang berinfak sepasang onta atau kuda atau lainnya di jalan Allah, maka ia di panggil dari pintu surga, “Wahai hamba Allah, pintu ini lebih baik.” Barang siapa rajin sholat, maka ia dipanggil dari pintu sholat. Barang siapa yang berjihat maka ia dipanggil dari pintu jihat. Barang siapa yang rajin bershodaqoh, maka ia masuk dari pintu shodaqoh. Dan barang siapa rajin berpuasa maka ia di panggil dari pintu Ar-Royyan.”

Abu Bakar berkata, “Wahai Rosulullah, apakah setiap orang dipanggil dari pintu tersebut? Adakah orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”

Rosulullah bersabda, “ Ya, dan akau berharap bahwa engkau termasuk dari mereka.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Sesungguhnya Ar-Royyan adalah pintu surga yang dikhususkan untuk orang-orang yang rajin puasa. Puasa yang dimaksud adalah puasa yang di ajarkan dalam Islam, seperti puasa Romadhon, puasa senin kamis, puasa tiga hari setiap bulan pada tanggal13,14 dan15 bulan Qomariyyah, puasa Arofah, puasa Daud, puasa enam hari di bulan Syawal dan masih banyak lagi puasa sunat lainnya.

Selain Arr-Royyan , di surga terdapat

satu pintu, tapi ada juga yang bebas masuk melalui delapan pintu, Siapa mereka?

Rosulullah shallallaahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Barang siapa berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu membaca : Asyhadu alla illaaha illallaahu wahdahulaa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh (Aku bersakasi tiada tuhan selain yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan akau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya), maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga, dan ia masuk dari mana saja yang ia sukai.” (HR. Muslim)

Jalan untuk masuk surga melalui delapan pintu ternyata tidaklah sulit, namun mengapa kita enggan mengamalkannya. Mudah-mudahan bukan karena malas atau karena benci surga.

Ya, Allah berilah kami kekuatan dan sikap istiqomah untuk menempuh jalan menuju surga-Mu! Amien.


Sesungguhnya manusia paling banyak terjerumus ke dalam neraka karena dua hal. Pertama karena lisanya, kedua karena kemaluannya. Kedua organ manuasia tersebut memang paling banyak berperan dalam urusan dosa.

Dosa-dosa yang sering terjadi karena lisan antara lain ghibah (menggunjing / ngrumpi), mencaci, mengumpat, menghasut, mengadu domba, banyak mencela, berdusta, berkata kotor, menipu, bersumpah palsu, atau mencari kesalahan-kesalahan orang lain.

Allah berfirman, “…Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian orang lain. Sukakah sebagian diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka kamu tentulah jijik kepadanya…”(QS. Al-Hujaraat:12)

Menggunjing orang lain Allah samakan dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati. Sungguh menjijikan bukan? Siapa diantara kita yang mau memakan bangkai? Sesungguhnya celakalah kita kalau sampai terjangkiti virus ghibah ini, apalagi kalau sampai menjadi hoby, menjadi profesi.

Dari ghibah saja, lisan sudah mendapat banyak dosa. Apalagi ditambah dengan

mencaci, mengumpat menghasut dan sebagainya. Pantaslah jika lisan menduduki peringkat atas dalam menjerumuskan manusia ke dalam api neraka.

Yang menduduki peringkat atas lainya adalah kemaluan. Dosa terbesar karena kemaluan adalah berzina. Allah menyatakan, “Dan jangnlah kamu berzina, sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al-Israa’:32)

Oleh karena itu barang siapa tidak bisa mengendalikan dua organ tersebut, maka ia terancam api neraka, sedangkan bila ia mampu mengendalikanya maka ia akan selamat dunia dan akhirat.

Rosulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang dapat menjamin untuku apa yang ada di antara dua rahangnya(lisan) dan apa yang ada diantara kedua pahanya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Bila ke surga kita ingin masuk melalui semua pintunya, maka ke neraka kita harus lari dari semua jalan yang akan menjerumuskannya.

Semoga Allah senatiasa melindungi kita dari api neraka. Amien.