Rabu, 16 September 2009
Laki-Laki dan Perempuan Dalam Sikap Dan Pranata Islam
Agama Islam adalah agama / ajaran Allah Yang Maha Besar dan Maha Mengatur Lagi Bijaksana. Sikap dan pengturan-Nya pasti sesuai dengan kebijaksanaan-Nya di dalam mencipta. Juga sikap dan pranataan-Nya tentang laki-laki dan perempuan pasti sesuai dengan ciptaan-Nya. Atura yang sesuai dengan ciptaan-Nya itulah yang sebaik-baiknya, Allah Mahatau untuk apa manusia (laki-laki dan perempuan) diciptakan, dan Allah Mahatau pula bagaimana mengatur manusia (laki-laki dan perempuan) itu. Hal ini sesuai dengan perumusan tentang apakah islam itu, yaitu “ Agama Isalm adalah aturan ciptaan Allah yang membawa manusia yang barokah sehat ke arah kemuslahatan/kebahagiaan hidupnya di dunia dan akhirat nanti”.
Kemaslahatan kehidupan manusia secara komplit inilah prinsip Islam :
- Kemaslahatan orang seorang (individual) baik laki-laki maupun perempuan.
- Kemaslahatan kelompok-kelompok baik laki-laki maupun perempuan.
- Kemaslahatan seluruh alam semesta, demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Untuk itu :
- Masing-masing diberi peranan , sesuai dengan sifat, bakat, minat dan kepentingan.
- Masing-masing diatur menurut sifat, minat, bakat dan kepentingan.
- Masing-masing diberi peranan dan diatur untuk kemaslahatan bersama (seluruh kehidupan ini).
Tugasnya :
· Islam memberikan kedudukan peranan hak, kewajiban dan peraturan kepada perempauan untuk menjadi ‘Perempuan sejati”.
· Demikian juga kapada laki-alaki supaya dapat menjadi “Laki-laki sejati”.
Emansipasi menurut Islam haruslah berarti :
- Keseimbangan antara hak dan kewajiban yang sesuai dengan sifat, bakat, minat dan kepentingan masing-masing dan sekaligus kepentingan bersama.
- Bukan “mempertukarkan peranan” atau “mencampur adukannya” sampai masing-masing menjadi setengah laki-laki dan perempuan atau laki-laki semua dan perempuan semua.
- Pemeliharaan eksistensinya masing-masing secara terhormat.
Kalau selama ini masih masih ada yang menganggap seakan-akan Islam bersifat tidak adil antara laki-laki dan perempuan, maka antara lain sebabnya adalah :
· Kurangnya pengertian terhadap prinsip-prinsip ajaran Islam secara keseluruhan.
· Kurangnya pengertian terhadap hak-hak perempuan di dalam Islam (lebih banyak orang bicara tentang kewajiban-kewajibannya saja).
· Pengaruh sisa-sisa “Alam pikiran lain” tentang hakekat emansipasi dan sebagainya yang menafsirkanya sebagai “kemaslahatan mutlak di dalam segala hal”.Tipisnya iman dan kepercayaan atas Maha Bijaksananya Allah, sehingga lebih percaya kepada akal dan perasaan hati sendiri yang jelas tidak selalu benar dan tepat.
Memang untuk menumbuhkan dan mengembangkan pengertian dan kesadaran atas kebenaran ajaran Islam tentang laki-laki dan perempuan membutuhkan ketekunan, kesabara dan kerja keras, saksama, bukan saja kepada umum tapi juga kepada umat yang beragama Islam sendiri. Suatu tantangan bagi kita yang menanamkan diri pemimpin, tokoh atau kader muslim / muslimat.
Sumber : Buku Fiqih Perempuan Praktis
Oleh KH. Abdhul Muchith Muzadi
No Response to "Laki-Laki dan Perempuan Dalam Sikap Dan Pranata Islam"
Posting Komentar