Rabu, 16 September 2009

Jangan Pernah Berhenti Mengingat-Ku

Ada seorang hamba Tuhan ( 'abid ) yang taat beribadah di kuilnya dilereng sebuah gunung. Ia melakukan ketaatan itu sudah seratus tahun.Pada suatu hari setan menggodanya agar ia beristirahat barang beberapa hari saja dan diteruskan lagi sesudahnya.apa lagi ia mengalami kejenuhan di sana selama seratus tahun itu.

Hamba itu pun turun gunung meninggalkan kuilnya dan memasuki kota untuk mengunjungi kerabat dan teman-temannya di jalan Allah.Ketika bertemu dengan salah seorang temannya, ia diajak masuk kedalam rumah, bahkan ia di minta untuk membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya. Dia merasa punya kepedulian sesama, maka ia kemudian berjanji untuk membantu temanya seperti yang di minta.

Waktu terus berjalan, dan tanpa disadari ia telah melewatkan waktu tujuh bulan.sampai tibalah malam itu, malam yang menganugrahinya mimpi, yakni sebuah mimpi yang memberi peringatan dan mencoba membangun kesadarannya kembali.

Didalam mimpinya itu ia melihat seorang pemuda yang sangat tampan dan bersih pula pakaiannya. Pemuda itu lalu berkata kepadanya,”aku adalah seorang Rosul utusan Allah. Aku di sini ingin bertanya kepadamu, adakah kekurangan atau cacat yang engkau lihat dari Allah dan Rosul-Nya, sehingga engkau meninggalkan peribadatan mu? Maka, alangkah lebih baiknya bila engkau segera kembali ke kuilmu sebelum kematian datang dan tak ada lagi memberimu harapan”.

Mimpi itu membuatnya menjerit ditengah malam serta menggetarkan seluruh sendi-sendi tubuhnya. Maka, malam itu juga, ia berpamitan, meninggalkan rumah temannya itu dan kembali ke kuil.

Di saat perjalanan pulang, hamba tuhan itu pun harus mengarungi gurun Sahara yang tandus, minum hanya dari tetesan air hujan yang turun, dan hanya makan dedaunan dari pohon yang tumbuh dan ditemuinya di jalan. Hamba Tuhan itu pun tak henti-hentinya memohon, “Illahi...... tubuhku telah menjadi aib, hatiku diliputi duka, lisanku telah berbuih dengan dosa-dosa. Maka, ampunilah dosa-dosa ku wahai Sang Maha Pengampun Dosa, wahai sang maha penutup aib dan wahai sang maha mengetahui perkara yang gaib............”.

Sampai akhirnya, ketika telah sampai di kuil dan berniat memasukinya, ia melihat tulisan. Ia perhatikan tulisan yang terdiri dari empat baris itu dengan teliti.

-serahkanlah urusanmu ( bertaqwalah ) kepada kami, maka kami akan mencukupi mu.

-terimalah ajaran kami, maka kami akan menerima mu (sebagai hamba kami)

-ceraikanlah dosa-dosa mu, maka kami akan memberi ampunan serta mengasihimu.

-dan tamaklah pada hal-hal yang ada disisi kami, niscaya kami akan memberimu

Benarkah Hanya Allah Yang Ku Sembah?

Ada seorang ahli ibadah yang masuk ke masjid hendak menjalankan sholat.ketika sedang sholat,tepatnya ketika sedang membaca surat Al-fatihah pada lafal Iyyaka na'budu (hanya kepada Mu lah kami menyembah)terlintas dalam pikiranya bahwa ia adalah seorang hamba Allah yang sejati dengan melakukan ibadah yang disyariatkan oleh agama.

Seketika itu pula,dari lubuk hatinya yang paling dalam terngiang sebuah panggilan yang berulang-ulang,”engkau berdusta!” sesungguhnya engkau hanya menyembah mahluk,bukan Allah! Ketika engkau sedang sholat, pikiran dan hatimu tak sepenuhnya tertuju kepada Allah. Justru memikirkan selain-Nya, padahal selain Allah itu, mahluk! Maka, bagaimana mungkin engkau berharap dianggap sebagai hamba Allah yang sejati?” setelah itu ia berintropeksi, bertobat kepada Allah Azza Wa Jala, dan mulai memperbaiki diri dengan mengucilkan diri dari khalayak ramai.

Ketika merasa lebih baik dari sebelumnya, ia pun merasa yakin kini dia lah hamba Allah yang sejati. Kemudian dia sholat ketika sampai pada ayat Iyyaka na'budu, kembali terngiang didasar telinganya sebuah panggilan “engkau masih berdusta! Engkau hanya menyembah istrimu saja! Pikiran dan hatimu masih dipenuhi oleh perkataan dan sikap istrimu, oleh karena itu,istrimu menjadi tombak menghadap Allah!”. Setelah itu ia ceraikan istrinya agar ia bisa menyembah Allah dengan sempurna tanpa tercampuri oleh suatu pun selain-Nya.

Dengan semangat membara inggin diakui kehebatanya oleh Allah SWT. Kembali ia menjalankan sholat, namun kembali terngiang sebuah suara “Engkau berdusta! Engkau hanya menyembag hartamu! Bagaimana engkau tidak menyembah hartamu bila kau masih terus saja berfikir cara mencari harta untuk bekal ibadahmu.” maka, ia sedekahkan seluruh hartanya sampai akhirnya ia tidak mempunyai kekayaan lagi.

Ia lalu mencoba lagi sholat.sampai pada ayat yang sama. sekali lagi tengiang sebuah suara “enkau bohong engkau hanya menyembah pakaianmu engkau gunakan matamu melihat-lihat dan merapikan pakaianmu.engkau belum terlepas dari keingginan akan pakaian yang bagus. Artinya : engkau belum terbebas dari urusan dunia! “ ia pun menyedekahkan seluruh pakaianya, hingga hanya tersisa pakaian yang melekat di badannya saja. Setelah itu,ia kembali menjalankan sholat dengan khusuk kepasrahan total dan tanpa beban sedikitpun. Ketika lisan seiring kalbu melafalkan Iyyaka na'budu terngiang seruan” benarkah engkau kini ! Sekarang engkau termasuk golongan hamba-hamba Allah yang sejati”.

Namun panggilan itu sudah tidak berarti lagi. Sebuah panggilan yang sudah takdigubrisnya lagi, karena ia kini berdiri di antara ada dan tiada. Dia merasa hidup tapi takmerasakan apa apa. Dia seperti orang mati tetapi masih bernafas.ia sudah tak tau lagi siapa dirinya. Yang ia tau adalah Allah, sang Kholik Sang Maha Wujud dan Sang Maha Kasih, Tuhan seru sekalian alam, yang tak ada siapapun dan apapun yang haq disembah selain Dia Dzat Yang Maha Kuasa.

TOPENG PARA MAHKLUK HALUS

Di benak kita, pocong, banaspati, wewe gombel, sindel bolong, genduruwo, babi ngepet, lampor, tuyul & mbak Yul (Eh… Mbak Yul-nya nggak ding…!), serta bebagai jenis mahkluk halus lainnya adalah wujud-wujud yang menakutkan, menyeramkan dan mengerikan. Horror man….!

Barang siapa yang pernah melihat mereka akan merinding bulu kudunya. Bahkan sebagian orang akan terpaku seketika, tak mampu bergerak karena shock. Ada yang masih mampu berteriak minta tolong, tapi ada juga tuh yang langsung pingsan.

Sebagaimana anak kecil yang takut melihat topeng yang menyeramkan, demikian pula saat kita melihat perwujudan yang sangat menakutkan tersebut. Apa yang kita lihat sebenarnya tak lebih hanya topeng rekayasa mereka, para jin jahat untuk menakuti manusia. Apa yang kita lihat bukanlah wujud asli mereka.

Allah telah menyaatakan, “….sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka….”

(QS. Al-A’raaf:27)

Sesungguhnya kita bisa melihat mereka, maka kita melihat dalam bentuk palsu mereka, atau penyerupaan mereka dalam wujud mahuk yang menyeramkan, wujud manusia yang telah meninggal (hiiii…), wujud orang tua berjubah putih, wujud wanita cantik (siit…suiitt…), wujud binatang serta wujud-wujud lainya yang mereka kehendaki. Selain menampakkan diri, ada pula jin yang hanya memperdengarkan saura-suaranya saja, ada juga yang masuk ke dalam tubuh manusia yang kemudian disebut kesurupan.

Pada asalnya jin rendah diri ketika bertemu manusia. Akan tetapi ketika kemudian manusialah yang menjdai takut, maka jin itu menjai berani, kemudian berbuat usil dengan menampakan diri dalam wujud yang menakutkan.

Setalah kita bacakan ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an atau kita sebut kebesaran nama Allah biasanya mereka lantas menghilang, (cluiing...!).

Jadi kenapa kita harus takut pada mereka? Kalau mereka bisa menakuti manusia mengapa kita tidak bias menakuti mererka? Pasang aja muka jelek kamu di depan mereka, pasti mereka mengira kamu adalah kembarannya, he..he..he..! (B’canda lo...ntar setan-nya protes lagi, kan gantengan tu setan, hik..hik..hik.. Nngak ding)

Luruskan akidah kamu, murnikan tauhidmu, perbaiki akhlakmu, tingkatkan ibadahmu, niscaya mereka akan takut kepadamu. Semoga Allah SWT senantiasa melindung kita dari godaan setan yang terkutuk. Amien…

Taubatan NASHUUHAA

Taubat Nashuuhaa adalah tubat yang sesungguhnya, taubat yang sebenar-benarnya taubat, yaitu kembalinya seorang hamba Allah subhanahu wata’ala dari dosa yang pernah dilakukan, baik karena sengaja maupun terlupa, dengan kebali secar benar, iklas semata-mata mengharap ampunan-Nya.

Allah SWT menganjurkan melakukan taubat dan beristigfar karena dengan jalan itulah seorang hamba akan di ampuni dosanya, dihindarkan dari siksa, serta mendapat rahmat yang besar.

Allah berfirman, “…Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamau beruntung.” (QS. An-Nuur : 31) Dalam ayat lain Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nashuuhaa (taubat yang semurni-murninya)…” (QS. At-Tahriim :8)

Dan Rosulullha SAW juga bersabda, “wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya 100 kali dalam sehari.” (HR Al-Bukhari&Muslim)

Dalam Surat Nuh diceritakan bahwa Nabi Nuh ASmengadukan kaumnya kepada Allah, “…maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepdamu dengan lebat dan

membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai.”
(QS Nuh : 10-12)

Itulah sebagian rahmat Allah yang akan diberikan kepada hamba-Nya yang memperbanyak istighfar. Maka sudah seharusnya kita segera bertaubat kepada-Nya, memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang pernah kita perbuat. Kadang dosa itu terjadi tanpa kita sadari, mungkin kita tidak tahu bahea itu adalah dosa, mungkin pula kita melakukan tanpa sengaja hingga tidak menyadarinya. Saat sadar ternyata dosa itu sudah menumpuk memenuhi rongga hati kita. Apa jadinya kalau kita tidak selama ini tidak sadar…

Maka Allah perintahakan hama-Nya meminta ampun setiap waktu, tempat dan kesempatan. Pintu taubat adalah bukti kemurahan Allah yang diberikan kepda hamba-Nya yang mau menerima uluran kasih-Nya. Dengan taubat tersebut Allahmenghendaki kebaikan bagi manusia dengan menghapus seluruh dosa dan kesalahanya. Apa jdinya jika bukan kesempatan taubat yang Allah berikan, ttapi azab yang tiba-tiba meluluhkan semua harta dan tempat tinggal kita karena dosa ynag kita lakukan? Bagaiama jika azab itu turun saaat kita sedang terlelap sehingga memaksa kita segera menghadap Allah SWT karena banyaknya dosa yang tidak pernah kita sesali?

Betapa banyak pelajaran dalam Kitabullah tentang kaum terdahulu yang telah Allah hancurkan karena dosa mereka. Dosa yang tidak mereka
sesali tapi justru mereka sombongkan. Dosa yang

tidak mereka tutupi tapi malah mereka banggakan. Dosa itu mereka lakukan secara terang-terangan tanpa khawatir bahwa malaikat maut telah berada di sampingnya.

Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tapi Allah juga mamapu menurunkan azab dengan seketika kepada hamba-hamba-Nya yang membangkang, hamba-hamba-NYa yang telah ia berikan kesemapatan untuk taubat tapi menolak dan memilih untuk berdiri dengan kesombangan dan kekufuranya.

Maka tidaklah kini kita ingin segera kembali kejalan-Nya, memuji dan memanjatkan kata sesal kepada-Nya sebagaimana kata-kata yang sering di ucapkan paman Nabi, Al-Abbas bin Abdul Muthalib, “Ya Allah, sesungguhnya kami mengetahuai bahwa Engkau tidak akan menurunkan siksa kecuali karena dosa. Dan Engkau tidak akan mencabutnya kembali kecuali dengan taubat. Maka saksikanlah oleh-Mu, sesungguhnya kami telah bertaubat kepada-Mu.”

TAUBAT, PINTU MENUJU ROHMAT

Seorang muslim yang baik bukanlah mereka yang tidak pernah melakukan dosa dan kesalahan, karena setiap anak Adam siapapun orangnya , apapun profesinya dan seluas apapun ilmunya pasti tidak akan luput dari yang namanya dosa dan salah.

Namun seorang muslim yang baik adalah mereka yang apabila melakukan kesalahan segera bertaubat atas keesalahannya tersebut dan tidak mengulanginya lagi di masa-masa yang akan datang.

Rosulullah SAW bersabda, “ Setiap anak adam pasti bersalah dan sebaik-baiknya orang bersalah yang mau bertaubat.” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad&Al-Hakim)

Rosulullah juga bersabda, “Sesungguhnya apabila seorang mukmin melakukan dosa, maka akan terjadi bintik hiatam didalam hatinya. Jika ia bertaubat dan melepaskan dosa tersebut serta berikhtighfar, makahatinya akan dibersihkan . Namun jika ia menambah dosa, maka bintik hitam itu kan bertambah sehingga menutupi hatinya. Maka itulah yang disebut dengan raan (karat) yang disebutkan Allah dalam kitab_Nya, “Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin:14).” (HR. At-Tarmidzi,Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban&Al-Hakim)

Oleh karena itu Allah menyediakan pintu bagi hambnya yang ingin menebus dosa dan kesalahan yang telah ia lakukan. Pintu itu tiada lain adalah taubat, yakni kembalinya seorang hamba Allah “azza wa jalla dari dosa yang telah diperbuatnya, baik karena sengaja maupun tidak dan lahir maupun batin.

Gemilang dosa dari waktu ke waktu, Allah tawarkan saja jalan untuk menghapusnya. Tumpukan kesalahan satu demi satu hingga akhirnya membelebnggu jiwa, Allah berikan kesempatan untuk menyucikannya sampai bersih tiada sisa. Allah mencintai hamba-Nya yang kembali bertaubat. Allah berfirman, “…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang mau bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 22

Kala Dia buka pintu maaf-Nya siang dan malam tiada henti. Dia buka pintu ampunan-Nya kepada siapa yang ingin kembali tanpa kecuali. Tanpa kecuali, semuanya Dia berikan kesempatan yang sama untuk membasuh diri membersihkan kotoran-kotoran yang melekat di hati, lisan, tangan, kaki, dan seluruh anggota badan.

Rosulullah bersabda: “ Sesungguhnya Allah ta’ala membuka tangan-Nya pada malam hari agar bertaubat pada-Nya orang yang bertaubat kejelekannya disiang hari, dan membuka tangn-Nya pada siang hari untuk bertaubat pada-Nya atas kejelekanya pada malam hari. Demikian berlangsung terus menerus sampai matahari terbit dari barat.” (HR. Muslim

Bagi Allah , tida dosa yang tiada termaafkan. Tiada kesalahan yang tida terampunkan. Kunci untuk kembali adalah niat suci yang terukir dilubuk hati yang terdalam. Keinginan taubat yang iklas karena Allah semata, karena takut murka dan siksa-Nya, karena mengharap rahmat dan RidhoNya.

Hamba itu sadar, jika ia tidak bertaubat, Allah akan menurunkan hukuman padanya, baik di dunia maupun akhirat. Tiada yang mampu menghalang-Nya menimpakan siksa. Tiada yang mampu mencegah-Nya jika Dia berkehendak melemparkan hamba itu kedalam jurang api neraka.

Tapi hamba itu sadar juga, Allah pun mau mengampuni dosa seberat apapun beratnya. Karena ituah dia bertaubat dengan sebenar-benarnya, mohon ampun atas semua dosa, bersimpuh sambil menumpahkan airmata sesal di hadapan-Nya.

Meski rahmat dan pintu ampunan-Nya demikian luas, meski Allah mau memaafkan sebesar apapun kesalahan, tapi yang terselip sedikitpun keinginana untuk mengulangi maksiat, karena makna taubat adalah penyesalan dosa dan tekad diri untuk tidak mengulanginya lagi.

BOLEH PILIH

Masuk Surga Dari Delapan Pintu


Masuk Neraka Dari DUA Pintu

Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Barang siapa yang berinfak sepasang onta atau kuda atau lainnya di jalan Allah, maka ia di panggil dari pintu surga, “Wahai hamba Allah, pintu ini lebih baik.” Barang siapa rajin sholat, maka ia dipanggil dari pintu sholat. Barang siapa yang berjihat maka ia dipanggil dari pintu jihat. Barang siapa yang rajin bershodaqoh, maka ia masuk dari pintu shodaqoh. Dan barang siapa rajin berpuasa maka ia di panggil dari pintu Ar-Royyan.”

Abu Bakar berkata, “Wahai Rosulullah, apakah setiap orang dipanggil dari pintu tersebut? Adakah orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”

Rosulullah bersabda, “ Ya, dan akau berharap bahwa engkau termasuk dari mereka.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Sesungguhnya Ar-Royyan adalah pintu surga yang dikhususkan untuk orang-orang yang rajin puasa. Puasa yang dimaksud adalah puasa yang di ajarkan dalam Islam, seperti puasa Romadhon, puasa senin kamis, puasa tiga hari setiap bulan pada tanggal13,14 dan15 bulan Qomariyyah, puasa Arofah, puasa Daud, puasa enam hari di bulan Syawal dan masih banyak lagi puasa sunat lainnya.

Selain Arr-Royyan , di surga terdapat

satu pintu, tapi ada juga yang bebas masuk melalui delapan pintu, Siapa mereka?

Rosulullah shallallaahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, “Barang siapa berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu membaca : Asyhadu alla illaaha illallaahu wahdahulaa syarika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh (Aku bersakasi tiada tuhan selain yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan akau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya), maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga, dan ia masuk dari mana saja yang ia sukai.” (HR. Muslim)

Jalan untuk masuk surga melalui delapan pintu ternyata tidaklah sulit, namun mengapa kita enggan mengamalkannya. Mudah-mudahan bukan karena malas atau karena benci surga.

Ya, Allah berilah kami kekuatan dan sikap istiqomah untuk menempuh jalan menuju surga-Mu! Amien.


Sesungguhnya manusia paling banyak terjerumus ke dalam neraka karena dua hal. Pertama karena lisanya, kedua karena kemaluannya. Kedua organ manuasia tersebut memang paling banyak berperan dalam urusan dosa.

Dosa-dosa yang sering terjadi karena lisan antara lain ghibah (menggunjing / ngrumpi), mencaci, mengumpat, menghasut, mengadu domba, banyak mencela, berdusta, berkata kotor, menipu, bersumpah palsu, atau mencari kesalahan-kesalahan orang lain.

Allah berfirman, “…Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian orang lain. Sukakah sebagian diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka kamu tentulah jijik kepadanya…”(QS. Al-Hujaraat:12)

Menggunjing orang lain Allah samakan dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati. Sungguh menjijikan bukan? Siapa diantara kita yang mau memakan bangkai? Sesungguhnya celakalah kita kalau sampai terjangkiti virus ghibah ini, apalagi kalau sampai menjadi hoby, menjadi profesi.

Dari ghibah saja, lisan sudah mendapat banyak dosa. Apalagi ditambah dengan

mencaci, mengumpat menghasut dan sebagainya. Pantaslah jika lisan menduduki peringkat atas dalam menjerumuskan manusia ke dalam api neraka.

Yang menduduki peringkat atas lainya adalah kemaluan. Dosa terbesar karena kemaluan adalah berzina. Allah menyatakan, “Dan jangnlah kamu berzina, sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al-Israa’:32)

Oleh karena itu barang siapa tidak bisa mengendalikan dua organ tersebut, maka ia terancam api neraka, sedangkan bila ia mampu mengendalikanya maka ia akan selamat dunia dan akhirat.

Rosulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang dapat menjamin untuku apa yang ada di antara dua rahangnya(lisan) dan apa yang ada diantara kedua pahanya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Bila ke surga kita ingin masuk melalui semua pintunya, maka ke neraka kita harus lari dari semua jalan yang akan menjerumuskannya.

Semoga Allah senatiasa melindungi kita dari api neraka. Amien.

TAUSHIYAH USTADZ YUSUF MANSUR TENTANG FACEBOOK

Hari gini siapa sih yang tak kenal facebook, salah satu situs sosial dan komunitas dan sebagai tempat nongkrongnya orang-orang di dunia maya untuk berbagii cerita, foto, atau cari kenalan. Ada pro dan kontra dengan keberadaan situs yang satu ini, bahkan ada juga fatwa dari ulama yang menyatakan bahwa situs ini haram. Nah bagimana ya kalau tanggapan dari ustadz Yusuf Mansur mengenai facebook? Berikut tanggapannya :

‘Pelarangan’ dari kiai dan ulama tentang Facebook harus disikapi sebagai berikut :

a. Anggap saja itu warning dari guru dan orangtua bahwa Facebook ada juga sisi negatifnya, yang kalau dibiarkan tumbuh, akan menjadi susah diatas lagi.
Maka, perhatikan atau minimal waspada terhadap sisi negatif ini. Istilahnya, anggap saja ini adalah nasihat dari guru dan orangtua yang meyayangi kita. Sehingga kita tidak kehilangan rasa hormat dengan kiai, juga tidak bingung soal keputusan haram dan tidaknya.

b. Bahwa dasar pelarangan itu berlaku juga ketika kita sendiri melanggar. Di antaranya, tidak tahu waktu. Banyak hal kesia-kesiaan yang sebenarnya tidak pentung tapi dikerjakan, sebab mudahnya berkomunikasi lewat Facebook. Akhirnya, wajtty yang mestinya produktif jadi tidak produktif. Saya kasih contoh, makan sate pinggir saja diberitakan ke mana-mana, Tidak penting. Okelah itu masih okey, Bagaimana kalau kemudian lagi nonton di bioskop yang filemnya jelas-jelas mempertontonkan aurat, lalu di-share ke mana-mana.

c. Hal lain yang menjadikan dilarang adalah berpeluanganya Facebook untuk mencaci, menjelek-jelekkan, memfitnah, dan menebar berita buruk. Sekali lagi, ketika hal yang dilarang ini justru kita yang memakai, Facebook itu jatuhnya haram untuk kita. Seperti makan, makan kan boleh, tapi kalau berlebihan ya jadi haram.

d. Hendaknya Facebook benar-benar dijadikan satu kebaikan buat kita, buat silaturrahmi berguna, tukar-menukar inforasi berguna, buat dakwah, buat dagang, buat kerja dan usaha , dan yang baik-baiklah. Supafa facebook yang sebenarnya mubah atau boleh tidak berubah menjadi haram.

e. Jadi, keharamannya mengikuti perilaku. Sementara ini dulu, Bagi saya andai benar alim ulama mengharamkan (tertulis), tidak ada pilihan kecuali sami’naa wa atha’naa. Nyari keberkahan saja. Toh, kita tidak mati juga dengan tidak adanya facebook. Cuma kan sekarang belum ada bentuk pelarangan tertulus. Baru bersifat imbauan teknis untuk tidak menyalahgunakan Facebook atau yang sejenisnya.

Baarakallaahu lanaa. Hal-hal lain yang terkait dengan hal-ihwal Facebook ini, silahkan kemukakan pendapat Saudara-saudara semua, ya…. BOleh setuju, boleh tidak, Silahkan.

Sumber ( Sumber Majalah Alkisah No. 13/Tahun VII/29 Juni - 12 Juli 2009 )

Antara Taubat dan Masuk Islam

siapakah yang lebih afdol antara seorang yang telah berbuat maksiat dan bertaubat atau seorang yang kafir masuk Islam?

Jawabnya adalah: “ walau bagaimanapun, seorang yang ahli maksiat yang telah bertaubat dari kemaksiatannya adalah lebih utama karena, seorang yang asalnya kafir, dalam kondisi kekafirannya adalah orang yang asing yang tidak dituntut menjalankan syari'at Islam, tetapi sebaliknya seorang yang maksiat dalam kondisi masih berkelimpangan dosa akibat perbuatan maksiat yang dilarang oleh agama adalah orang yang telah mengenal dan mengetahui Tuhannya, bukan orang asing lagi.

Sesungguhnya orang kafir yang masuk Islam adalah orang yang melakukan perpindahan derajat, yaitu dari derajat orang yang asing menuju orang yang mengetahui Tuhannya, bukan orang yang asing lagi. Sedangkan orang yang bermaksiat dengan jalan taubat, sesungguhnya ia juga sedang melakukan perpindahan dari derajat orang yang hanya sekedar mengetrahui atau mengenal Tuhan menjadi orang yang dicintai tuhan. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.” Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang kembali (bertaubat).....”

Wallahu A'lam.........

HUKUM MENGGUNAKAN PARFUME

“Berdosa wanita yang menggunakan parfume dengan tujuan untuk menimbulkan daya tarik lawan jenisnya, mencari perhatia atau untuk memancing nafsu syahwat laki-laki lain. karena perbuatan ini dapat menjerumuskan seseorang kejahatan dan perzinaan.”

Gambaran Wanita Pengguna Parfume

Parfume atau pewangi tubuh merupakan produk modern yang dipakai oleh sebagian besar manusia penghuni planet bumi ini. Dengan menggunakan parfume semua ketakutan, keresahan serta ketidak pedeaan jadi sirna. Dengan parfume seorang wanita berani mendekati laki-laki karena ke-Pe-Deannya ada.Sebaliknya laki-laki dengan hati berbunga-bunga dan ke-Pe-Dean yang tinggi menerima rangkulan perempuan karena yakin dengan parfume yang melumuri tubuhnya. Setidaknya itu demikianlah gambaran iklan parfume yang selalu ditayangkan di televisi.

Tayangan produk parfume ditelevisi baik yang dikhususkan untuk remaja atau dewasa dengan tanpa disadari telah meracuni daya nalar wanita-wanita muslimah kita. Dengan daya konsumtif yang tinggi mereka beramai-ramai membeli berbagai merk parfume dengan alasan untuk menambah ke-Pe-Deannya, sekaligus menutupi kekurangan pada dirinya yaitu BB (Bau Badan).mereka tidak sadar coy, bahwa fantasi mereka telah menjebak dirinya kedalam hal-hal yang membahayakan dan merugikan diri sendiri.setelah itu mereka akan bersolek sebagaimana mestinya wanita-wanita kafir.

Sebenarnya islam tidak melarang wanita menggunakan parfume,selama hal itu jelas niat dan tujuannya, yaitu dilakukan di tempat yang semestinya dan yang penting tidak melanggar syari'ah, bahkan seorang istri dianjurkan untuk senangtiasa memakai parfume setiap kali didekat suaminya.

Balasan Wanita Pengguna Parfume

Syari'ah Islam dengan tegas melarang kaum wanita memakai parfume atau minyak wangi yang ditujukan untuk orang lain, bukan suaminya. Dalam sebuah hadis Rosulullah SAW bersabda:

“setiap wanita yang memakai minyak wangi, kemudian keluar dari rumah kemudian melewati satu kaum agar meruka mencium bau harumnya maka wanita itu termasuk pezina (berdosa) dan setiap mata yang memandangnya adalah pezina.”(HR.Ahmad, Thabrani, Al Hakim, dan Al Baihaqy)

adapun parfume wanita yang pali baik untuk menyenangkan suaminya adalah yang kalem baunya tapi warnya boleh mencolok, tetapi kalau nlaki-laki memakai parfume yang yang kuat baunya dan kalem baunya

Siapa Yang Paling Jelek ?

Ada suatu kisah seorang santri yang menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus ", kata Kyai. "Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?" "Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari ". Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.

Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yg dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, " Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus ". Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Allah memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah,bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.

Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb. Santri bergumam, " Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi " . Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis 'Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Allah SWT, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku. "Aku tidak lebih baik dari anjing itu.

Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah dapat jawabannya muridku ?" "Sudah guru", santri menjawab. " Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru". Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus".

Pelajaran yg dapat kita petik adalah: Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk lain. Yang berhak sombong adalah Allah SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yang sama-sama ciptaan Allah SWT.

Ungkapan Michael H. Hart Tentang NABI MUHAMMAD SAW

Pendapat seorang penulis terkenal tentang Nabi Muhammad SAW
Michael H. Hart seorang penulis Barat terkenal, dalam bukunya
the 100 a ranking of the most influential persons in history, yang artinya "Ranking dari 100 orang (tokoh) yang paling besar pengaruhnya sepanjang sejarah" menulis sebagai berikut:
"Sebuah contoh yang mencolok mata tentang hal ini ialah tata urutan (ranking) yang saya susun, yang menempatkan Muhammad lebih tinggi daripada Yesus (Isa), terutama disebabkan karena keyakinan saya bahwa Muhammad secara pribadi jauh lebih berpengaruh pada perumusan agama yang dianut orang Islam daripada Yesus pada perumusan agama Kristen.
Jatuhnya pilihan saya kepada Muhammad untuk memimpin di tempat teratas dalam daftar pribadi-pribadi yang paling berpengaruh di dunia ini mungkin mengejutkan beberapa pembaca dan mungkin pula dipertanyakan oleh yang lainnya. Tetapi dia memang satu-satunya orang dalam sejarah yang telah berhasil secara unggul dan agung, baik dalam bidang keagamaan maupun dalam bidang keduniaan.
Tambahan pula berbeda dengan Yesus. Muhammad itu seorang pemimpin keduniaan, sekaligus keagamaan. Nyatanya, sebagai kekuatan yang mendorong kemenangan-kemenangan orang-orang Arab (muslim) dan seyogyanya menempati urutan pertama sebagai pemimpin politik yang paling berhasil sepanjang masa."
Dalam buku tersebut urutan kedua di tempati oleh Isaac Newton, seorang filosof Inggris dan pakar dalam matematika, fisika dan ilmu falak. Urutan ketiga ditempati oleh Yesus.

---

(Dikutip dari buku Wawasan Islam, karya H. Endang Saifudin Anshari, M.A).

SULTAN JAWA

Dalam kitabnya, Dairatul Maarif jilid II, Ustaz Farid Wajdi menceritakan tentang seorang sufi pengembara bernama Ibnu Batutah. Ia lahir pada tahun 1304 di Tanger yang terletak di bibir Selat Jibraltar, dalam wilayah Kerajaan Maroko. Diceritakan juga dalam kitab itu, Ibnu Batutah bukan musafir petualang yang berkelana hanya untuk melihat berbagai negeri termasuk daratan Cina. Ia juga menuliskan kesan-kesannya yang kemudian kerap dijadikan sandaran sejarah.
Tahun 1345 Ibnu Batutah sempat singgah di Kerajaan Samudera Pasai dalam pelayarannya menuju Tiongkok. Salah satu kesannya yang tertuang dalam kitab Tuhfatun Nazhar fi Gharaibil Amshar mengisyaratkan bahwa sufi bermazhab Maliki ini sangat mengagumi Sultan "Jawa" (yang dimaksud raja Samudera Pasai), Sultan Al-Malikuz-Zahir. Padahal Sultan Jawa itu penganut mazhab Syafi'i yang taat.
Ia menceritakan, ketika sang Sultan berkenan menerima kedatangannya, terasa suasana yang berbeda dari istana-istana lainnya. Waktu itu Sultan memakai jubah fuqaha (pakaian para ahli fikih) dan sedang berbincang-bincang mengenai paham Syafi'i dengan Qadhi AmirRasyid. "Dibandingkan dengan raja-raja Islam yang saya datangi, baik di Hindustan ataupun Turkistan, di Bukhara maupun Mesir, Sultan "Jawa" itulah yang paling luas wawasan agamanya dan paling dalam ilmunya," ujar Ibnu Batutah dalam kitab karangannya itu.
Agaknya ia begitu terpikat oleh perangai Sultan Jawa ketika ia melanjutkan: "Dengan jubah fuqaha itulah sang Raja berjalan kaki ke masjid tiap kali menjalani salat Jum'at. Sesudah itu, dalam acara-acara resmi barulah ia mengenakan pakaian kebesarannya selaku seorang raja yang adil dan kaya-raya." Kesufian menurut jalan pikiran Ibnu Batutah memang tidak terpancang cuma pada satu tolok ukur, meninggalkan sama sekali gebyar-gebyar duniawiah lantaran kesufian pada hakikatnya berakar pada kesediaan mengendalikan diri sebatas kemampuan, sesuai dengan zaman, keadaan, dan lingkungan.
Ketakjuban Ibnu Batutah kepada Al-Malikuz-Zahir ternyata bukan karena Sultan Jawa itu berjubah tambal- tambalan seperti yang dipakai Umar bin Khaththab semasa menjabat khalifah I, melainkan lantaran kepiawaiannya sebagai ahli agama, justru pada waktu raja-raja di seantero negeri Islam lainnya sedang menumpukan perhatiannya untuk membangun istana dan monumen seindah-indahnya. Mereka menyerahkan segala urusan agama hanya kepada para ulama yang mendapat gaji kerajaan, dan berlepas tangan dari semua perkara samawiyah walaupun banyak di antaranya yang menyandang gelar amirulmukminin, pemimpin orang-orang beriman.
Dibandingkannya pula sikap Sultan Jawa itu dengan suasana serba megah di Majapahit yang waktu itu diperintah oleh Raja Hayam Wuruk dengan mahapatihnya, Gajah Mada. Mana mungkin raja gung binathara itu keluar dari istananya tanpa pengiring dan payung kebesaran. Untuk menjaga keamanannya, mengingat musuhnya begitu banyak, Hayam Wuruk Pasti selalu dikawal oleh pasukan Bhayangkara yang tersohor, anal itu. Dan memang demikianlah seharusnya, sebab negara akan kacau dan berkubang dalam perpecahan apabila tiba-tiba rajanya terbunuh atau terluka.
Maka ketidakwajaran AI-Malikuz-Zahir itulah yang memantulkan kebenarannya selaku raja yang tidak membutuhkan pengawalan. la bisa muncul sewaktu-waktu di tengah rakyatnya tanpa gentar sebab ia menerapkan ajaran kesufian Khalifah Umar pada nilai- nilainya, yaitu bahwa'pemimpin adalah pelayan masyarakat yang dipimpinnya. Meskipun begitu, rakyat justru dengan sukarela sepakat membela dan mendukungnya sehingga tentara Majapahit di bawah pimpinan Gajah Mada sendiri gagal menaklukkan kerajaannya tatkala pada tahun 1339 Masehi melakukan serangan besar-besaran.
Bagi AI-Malikuz-Zahir, membangun benteng seperti "tembok besar" Tiongkok belum bisa menjamin ketahanan negaranya. Juga menyusun ketentaraan serba kuat dan garang belum tentu membuat pemerintahannya kokoh dan disegani. Baginya lebih penting mendirikan benteng di dalam hati rakyat dengan menampilkan dirinya sebagai raja yang bukan menguasai, melainkan mengayomi.
Ia juga tidak bernafsu untuk menaklukkan raja-raja lain karena ia lebih cenderung untuk senantiasa berusaha menaklukkan hawa nafsunya sendiri. Dan itulah keyakinannya, bahwa keagungan seorang pemimpin adalah jika ia berhasil menundukkan syahwatnya di tengah kebesaran kekuasannya lantaran baginya, kekuasaan bukan hak turun-temurun, melainkan amanat Tuhan dan kepercayaan rakyat.
Maka keadilan yang dilaksanakannya adalah keadilan dalam makna kesufian, sesuai dengan ketentuan : "Keadilan ialah meletakkan sesuatu pada tempatnya, dan kelaliman adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya," Sejak ia berikrar hendak mengikuti sunah Nabi saw, ia pun harus bertanggung jawab untuk memiki amanat kepemimpinannya selaras dengan ajarannya, Karena Nabi, tatkala memimpin daulah islamiyah, bertindak selaku pemimpin negara sekaligus pemimpin agama, ia juga harus berupaya agar tugas kesultanannya dapat mencakup dua kepentingan tersebut, kenegaraan dan keagamaan.
Barangkali tidak semua kepala negara mampu mengambil kedua fungsi itu mengigat keterbatasan kemampuan dan perkembangan keadaan. Namun, tetap kedua fungsi tersebut dapat diembannya dengan menuangkannya lewat undang-undang dan peraturan-peraturan, yang tentu saja harus terbuktikan lewat pelaksanaannya.


sumber : alsofwa.or.id

Rahasia Sukses Sang Katak Yang

Pada suatu hari ada sekumpulan katak kecil

yang berlomba-lomba untuk dapat mencapai

puncak menara yang sangat tinggi.

Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara

untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada peserta.

Perlombaan pun dimulai,..

Secara jujur :

Penonton pun tak percaya jika katak-katak itu sanggup

untuk dapat mencapai puncak menara.

Terdengar ada yang berkta:

“ Ach… jalannya terlalu susah,

tak mungkin mereka dapat mencapai puncak menara!”

Atau : “ Tidak mungkin ada yang berhasil… menaranya terlalu tinggi…!”

Katak-katak itu pun mulai berjatuhan satu persatu.

Kecuali mereka yang tetap bersemangat menaiki menara

dan semakin tinggi…

Penonton pun ada yang berteriak :

Terlalu susah tak ada seekor pun yang dapat berhasil…!!!”

Dan akhirnya lebih banyak lagi katak ang lelah dan menyerah..

Tapi ada SATU katak

yang tetap melangkah hinga tinggi dan smakin tinggi

Dia tak kenal menyerah

Akhirnya yang lain menyerah untuk menaiki menara,

kecuali seekor katak yang begitu besemangat

untuk dapat menjadi satu-satunya yang berhasil sampai puncak menara.

Dan akhirnya pun dia berhasil..!!!

Semua katak yang lain pun bertanya

bagaimana ia bisa melakukannya?

Bagaimana cara katak yang berhasil itu mempunyai kekuatan untuk bisa mencapai tujuan?

Lanjutan Rahasia sang katak yang sukses…….

Ternyata ……

Katak yang menjadi pemenang itu TULI….!!!

NASEHAT DARI CERITA INI ADALAH

Jangan sekali-kali mendengarkan kata-kata orang lain yang memiliki kecenderung bernada negative atau pesimis..

Karena mereka akan mengambil sebagian besar mimpi dan semangat kita dan menjauhkannya dari kita.

Selalu ingat dan fokus pada impian !!

Baca buku positif & lingkungan yang sellu mendukung kita untuk sukses.

Karena segala sesuatu yang kit abaca dan kita dengar akan mempengaruhi perilaku kita!!

Karena itu selalu bersikap…..POSITIF… !!!

Dan yang terpenting…

Bersikap tuli jika ada orang lain mengatakan bahwa

kita tidak bias mencapai cita-cita kita!

Selalu berpikir…I CAN DO THIS….!!!

5 Keys to success

Dare to dream

Dare to try

Dare to fight

Dare to fail

Dare to success

Laki-Laki dan Perempuan Dalam Sikap Dan Pranata Islam

Agama Islam adalah agama / ajaran Allah Yang Maha Besar dan Maha Mengatur Lagi Bijaksana. Sikap dan pengturan-Nya pasti sesuai dengan kebijaksanaan-Nya di dalam mencipta. Juga sikap dan pranataan-Nya tentang laki-laki dan perempuan pasti sesuai dengan ciptaan-Nya. Atura yang sesuai dengan ciptaan-Nya itulah yang sebaik-baiknya, Allah Mahatau untuk apa manusia (laki-laki dan perempuan) diciptakan, dan Allah Mahatau pula bagaimana mengatur manusia (laki-laki dan perempuan) itu. Hal ini sesuai dengan perumusan tentang apakah islam itu, yaitu “ Agama Isalm adalah aturan ciptaan Allah yang membawa manusia yang barokah sehat ke arah kemuslahatan/kebahagiaan hidupnya di dunia dan akhirat nanti”.

Kemaslahatan kehidupan manusia secara komplit inilah prinsip Islam :

  1. Kemaslahatan orang seorang (individual) baik laki-laki maupun perempuan.
  2. Kemaslahatan kelompok-kelompok baik laki-laki maupun perempuan.
  3. Kemaslahatan seluruh alam semesta, demi kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Untuk itu :

  1. Masing-masing diberi peranan , sesuai dengan sifat, bakat, minat dan kepentingan.
  2. Masing-masing diatur menurut sifat, minat, bakat dan kepentingan.
  3. Masing-masing diberi peranan dan diatur untuk kemaslahatan bersama (seluruh kehidupan ini).

Tugasnya :

· Islam memberikan kedudukan peranan hak, kewajiban dan peraturan kepada perempauan untuk menjadi ‘Perempuan sejati”.

· Demikian juga kapada laki-alaki supaya dapat menjadi “Laki-laki sejati”.

Emansipasi menurut Islam haruslah berarti :

  1. Keseimbangan antara hak dan kewajiban yang sesuai dengan sifat, bakat, minat dan kepentingan masing-masing dan sekaligus kepentingan bersama.
  2. Bukan “mempertukarkan peranan” atau “mencampur adukannya” sampai masing-masing menjadi setengah laki-laki dan perempuan atau laki-laki semua dan perempuan semua.
  3. Pemeliharaan eksistensinya masing-masing secara terhormat.

Kalau selama ini masih masih ada yang menganggap seakan-akan Islam bersifat tidak adil antara laki-laki dan perempuan, maka antara lain sebabnya adalah :

· Kurangnya pengertian terhadap prinsip-prinsip ajaran Islam secara keseluruhan.

· Kurangnya pengertian terhadap hak-hak perempuan di dalam Islam (lebih banyak orang bicara tentang kewajiban-kewajibannya saja).

· Pengaruh sisa-sisa “Alam pikiran lain” tentang hakekat emansipasi dan sebagainya yang menafsirkanya sebagai “kemaslahatan mutlak di dalam segala hal”.Tipisnya iman dan kepercayaan atas Maha Bijaksananya Allah, sehingga lebih percaya kepada akal dan perasaan hati sendiri yang jelas tidak selalu benar dan tepat.

Memang untuk menumbuhkan dan mengembangkan pengertian dan kesadaran atas kebenaran ajaran Islam tentang laki-laki dan perempuan membutuhkan ketekunan, kesabara dan kerja keras, saksama, bukan saja kepada umum tapi juga kepada umat yang beragama Islam sendiri. Suatu tantangan bagi kita yang menanamkan diri pemimpin, tokoh atau kader muslim / muslimat.

Sumber : Buku Fiqih Perempuan Praktis

Oleh KH. Abdhul Muchith Muzadi