Rabu, 16 September 2009

Benarkah Hanya Allah Yang Ku Sembah?

Posted on 23.24 by Risma

Ada seorang ahli ibadah yang masuk ke masjid hendak menjalankan sholat.ketika sedang sholat,tepatnya ketika sedang membaca surat Al-fatihah pada lafal Iyyaka na'budu (hanya kepada Mu lah kami menyembah)terlintas dalam pikiranya bahwa ia adalah seorang hamba Allah yang sejati dengan melakukan ibadah yang disyariatkan oleh agama.

Seketika itu pula,dari lubuk hatinya yang paling dalam terngiang sebuah panggilan yang berulang-ulang,”engkau berdusta!” sesungguhnya engkau hanya menyembah mahluk,bukan Allah! Ketika engkau sedang sholat, pikiran dan hatimu tak sepenuhnya tertuju kepada Allah. Justru memikirkan selain-Nya, padahal selain Allah itu, mahluk! Maka, bagaimana mungkin engkau berharap dianggap sebagai hamba Allah yang sejati?” setelah itu ia berintropeksi, bertobat kepada Allah Azza Wa Jala, dan mulai memperbaiki diri dengan mengucilkan diri dari khalayak ramai.

Ketika merasa lebih baik dari sebelumnya, ia pun merasa yakin kini dia lah hamba Allah yang sejati. Kemudian dia sholat ketika sampai pada ayat Iyyaka na'budu, kembali terngiang didasar telinganya sebuah panggilan “engkau masih berdusta! Engkau hanya menyembah istrimu saja! Pikiran dan hatimu masih dipenuhi oleh perkataan dan sikap istrimu, oleh karena itu,istrimu menjadi tombak menghadap Allah!”. Setelah itu ia ceraikan istrinya agar ia bisa menyembah Allah dengan sempurna tanpa tercampuri oleh suatu pun selain-Nya.

Dengan semangat membara inggin diakui kehebatanya oleh Allah SWT. Kembali ia menjalankan sholat, namun kembali terngiang sebuah suara “Engkau berdusta! Engkau hanya menyembag hartamu! Bagaimana engkau tidak menyembah hartamu bila kau masih terus saja berfikir cara mencari harta untuk bekal ibadahmu.” maka, ia sedekahkan seluruh hartanya sampai akhirnya ia tidak mempunyai kekayaan lagi.

Ia lalu mencoba lagi sholat.sampai pada ayat yang sama. sekali lagi tengiang sebuah suara “enkau bohong engkau hanya menyembah pakaianmu engkau gunakan matamu melihat-lihat dan merapikan pakaianmu.engkau belum terlepas dari keingginan akan pakaian yang bagus. Artinya : engkau belum terbebas dari urusan dunia! “ ia pun menyedekahkan seluruh pakaianya, hingga hanya tersisa pakaian yang melekat di badannya saja. Setelah itu,ia kembali menjalankan sholat dengan khusuk kepasrahan total dan tanpa beban sedikitpun. Ketika lisan seiring kalbu melafalkan Iyyaka na'budu terngiang seruan” benarkah engkau kini ! Sekarang engkau termasuk golongan hamba-hamba Allah yang sejati”.

Namun panggilan itu sudah tidak berarti lagi. Sebuah panggilan yang sudah takdigubrisnya lagi, karena ia kini berdiri di antara ada dan tiada. Dia merasa hidup tapi takmerasakan apa apa. Dia seperti orang mati tetapi masih bernafas.ia sudah tak tau lagi siapa dirinya. Yang ia tau adalah Allah, sang Kholik Sang Maha Wujud dan Sang Maha Kasih, Tuhan seru sekalian alam, yang tak ada siapapun dan apapun yang haq disembah selain Dia Dzat Yang Maha Kuasa.

No Response to "Benarkah Hanya Allah Yang Ku Sembah?"