Rabu, 16 September 2009
Taubatan NASHUUHAA
Taubat Nashuuhaa adalah tubat yang sesungguhnya, taubat yang sebenar-benarnya taubat, yaitu kembalinya seorang hamba Allah subhanahu wata’ala dari dosa yang pernah dilakukan, baik karena sengaja maupun terlupa, dengan kebali secar benar, iklas semata-mata mengharap ampunan-Nya.
Allah SWT menganjurkan melakukan taubat dan beristigfar karena dengan jalan itulah seorang hamba akan di ampuni dosanya, dihindarkan dari siksa, serta mendapat rahmat yang besar.
Allah berfirman, “…Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamau beruntung.” (QS. An-Nuur : 31) Dalam ayat lain Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nashuuhaa (taubat yang semurni-murninya)…” (QS. At-Tahriim :8)
Dan Rosulullha SAW juga bersabda, “wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya 100 kali dalam sehari.” (HR Al-Bukhari&Muslim)
![]()
Dalam Surat Nuh diceritakan bahwa Nabi Nuh ASmengadukan kaumnya kepada Allah, “…maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepdamu dengan lebat dan
membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai.” (QS Nuh : 10-12)
Itulah sebagian rahmat Allah yang akan diberikan kepada hamba-Nya yang memperbanyak istighfar. Maka sudah seharusnya kita segera bertaubat kepada-Nya, memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang pernah kita perbuat. Kadang dosa itu terjadi tanpa kita sadari, mungkin kita tidak tahu bahea itu adalah dosa, mungkin pula kita melakukan tanpa sengaja hingga tidak menyadarinya. Saat sadar ternyata dosa itu sudah menumpuk memenuhi rongga hati kita. Apa jadinya kalau kita tidak selama ini tidak sadar…
Maka Allah perintahakan hama-Nya meminta ampun setiap waktu, tempat dan kesempatan. Pintu taubat adalah bukti kemurahan Allah yang diberikan kepda hamba-Nya yang mau menerima uluran kasih-Nya. Dengan taubat tersebut Allahmenghendaki kebaikan bagi manusia dengan menghapus seluruh dosa dan kesalahanya. Apa jdinya jika bukan kesempatan taubat yang Allah berikan, ttapi azab yang tiba-tiba meluluhkan semua harta dan tempat tinggal kita karena dosa ynag kita lakukan? Bagaiama jika azab itu turun saaat kita sedang terlelap sehingga memaksa kita segera menghadap Allah SWT karena banyaknya dosa yang tidak pernah kita sesali?
Betapa banyak pelajaran dalam Kitabullah tentang kaum terdahulu yang telah Allah hancurkan karena dosa mereka. Dosa yang tidak mereka
sesali tapi justru mereka sombongkan. Dosa yang
tidak mereka tutupi tapi malah mereka banggakan. Dosa itu mereka lakukan secara terang-terangan tanpa khawatir bahwa malaikat maut telah berada di sampingnya.
Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tapi Allah juga mamapu menurunkan azab dengan seketika kepada hamba-hamba-Nya yang membangkang, hamba-hamba-NYa yang telah ia berikan kesemapatan untuk taubat tapi menolak dan memilih untuk berdiri dengan kesombangan dan kekufuranya.
Maka tidaklah kini kita ingin segera kembali kejalan-Nya, memuji dan memanjatkan kata sesal kepada-Nya sebagaimana kata-kata yang sering di ucapkan paman Nabi, Al-Abbas bin Abdul Muthalib, “Ya Allah, sesungguhnya kami mengetahuai bahwa Engkau tidak akan menurunkan siksa kecuali karena dosa. Dan Engkau tidak akan mencabutnya kembali kecuali dengan taubat. Maka saksikanlah oleh-Mu, sesungguhnya kami telah bertaubat kepada-Mu.”
No Response to "Taubatan NASHUUHAA"
Posting Komentar